When you want to collect your data and do not want to lost from the address. So collection the free article on the blog is the good Idea. And this is my collections post from free article copy.

Latest Posts

Wednesday, August 16, 2017

Teks foto : Gubernur Sumsel H Alex Noerdin (berjas tengah) bersama Ketua Kompas Gramedia Sumbagsel Hadi Prayogo dan pimpinan unit Kompas Gramedia.

Teks foto : Gubernur Sumsel H Alex Noerdin (berjas tengah) bersama Ketua Kompas Gramedia Sumbagsel Hadi Prayogo dan pimpinan unit Kompas Gramedia.

H Alex Noerdin Curhat :
Kalian Tidak Tahu Isi Hati Saya

PALEMBANG, SRIPO - Hampir setahun lebih tidak beraudensi dengan Forum Komunikasi Daerah (FKD) Kompas Gramedia Sumbagsel, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin curhat. Intinya Alex meminta dukungan penuh media karena selama ini dirinya merasa tidak mendapat porsi yang layak di media khususnya media nasional.
Padahal Sumsel selama ini memiliki seabreg kegiatan dan prestasi yang beda dengan provinsi lain. "Kegiatan di daerah tertentu yang skalanya hanya kecil dibesarkan, tapi Sumsel yang memiliki perhelatan internasional hanya lintas," katanya saat menerima audensi, Rabu (16/8) sore
Hadir antara lain Ketua KG Sumbagsel Hadi Prayogo dan pimpinan unit KG antara lain Wenny Ramdiastuti (Sriwijaya Post-Tribun Sumsel), Aji Purwoko (Sirkulasi KG), Dina Apriana (Sonora-Smart FM), Sarmad (Hotel Santika), Filipi (Hotel Amaris), George Alvin (Gramedia World) serta perwakilan ELTI, KompasTV, Tisu Tessa, dan Gramedia.
Hadi dan rombongan bertujuan untuk melaporkan kegiatan KG Sumsel Award yang akan diselenggarakan, 29 Agustus mendatang. Nantinya penghargaan KG Sumsel Award bagi bupati dan walikota yang memiliki program pro rakyat tersebut rencananya akan diserahkan langsung Alex Noerdin.
Penggagas SEA Games 2011 dan Asian Games 2018 di Sumsel itu menyetujui untuk hadir dan menyerahkan KG Award sepanjang tidak ada acara mendadak. Perbincangan lalu diisi dengan perkembangan Sumsel yang demikian pesat di bawah kepemimpinan Alex Noerdin.
Berbagai even bertaraf internasional akan digelar pada 2018 mendatang, yakni Kejuaraan Dunia Motorcross MX GP, Asian Games dan MotoGP yang gelar secara berturut-turut. Tiga even tersebut bukan even besar pertama yang digelar di Sumsel, beberapa even internasional lainnya yang pernah digelar di Bumi Sriwijaya diantaranya SEA Games, Asian University Games, Islamic Solidarity Games, Triathlon dan masih banyak lagi kegiatan yang dipusatkan di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.
Terkenal dengan keberhasilannya karena sukses menjadi tuan rumah olahraga, Sumsel pula pernah menjadi tuan rumah Bonn Challenge yang diinisiasi oleh Pemerintah Jerman yang diikuti oleh puluhan negara se Asia. Ini berkaitan dengan Sumsel menjadi salah satu provinsi yang pernah terbakar hebat 2015 dan penyumbang asap di negara tetangga bahkan dunia pun mengakui hal tersebut. Dalam kegiatan tersebut, Sumsel dibantu untuk menjaga lingkungan dan memelihara dunia.
Dikenal di Singapura
Soal kebakaran lahan pun Alex mengatakan,"banyak kerugian di tahun 2015, ada 3.000 prajurit yang turun langsung, marinir pun ada, belum lagi TNI Polda di Sumsel yang juga ikut membantu. Luar biasa di tahun 2015, kita dikecam dunia dan sebagainya," jelasnya.
Tak hanya media lokal, lanjut Alex media luar pun ikut mewawancarainya dengan pertanyaan bagaimana Sumsel bisa terbakar, bagaimana penanganannya dan upaya dari Pemda agar kebakaran hebat tidak terjadi lagi. Menurut Alex hanya ia satu-satunya kepala daerah yang sanggup diwawancarai terkait dengan kebakaran hutan.
"Sejak itu Singapura sebagai negara tetangga tidak mau lagi menyalahkan kita (Sumsel). Dengan kebakaran itu saya sangat terkenal di Singapura. Saat saya medical Check up (cek kesehatan) saja nursenya (perawat) bilang the haze governor (gubernur kabut asap. Sampai saya naik taxi pun kata sopirnya 'jangan bakar-bakar lagi ya," ceritanya.
Alex menyebutkan banyak komentar menyakitkan yang dilontarkan kepada Pemda. Ada yang mengatakan 'Pemerintah tidur saja, setiap tahun kebakaran terus terjadi'. Alex mengaku pernah menantang siapapun yang 'tahan' pegang nozzle pemadam kebakaran beberapa jam saja di panasnya terik matahari bahkan panasnya api akan mendapatkan hadiah, tak satupun yang berani. Alex menyayangkan komentar-komentar tersebut yang hanya bisa komentar tanpa memberi solusi.
Alex bersyukur pada 2016 lalu tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan yang hebat dan pada tahun 2017 ini bari terjadi di Kabupaten Ogan Ilir yang sudah dipadamkan beberapa waktu lalu.
"Kalau tidak tahu, jangan seenaknya saja (bicara) dan bilang di medsos saja. Memang masih banyak kekurangan tapi setidaknya kami (Pemda) ingin menjadi yang terbaik," ujarnya.
Menjadi provinsi yang bukan kaya dan bukan yang terbesar namun selalu dipercaya menjadi tuan rumah even besar bahkan tingkat dunia, rupanya ada perjuangan yang tertatih-tatih dibalik itu. "Berdarah-darah Pak karena ada yang tanya sirkuit dan lain sebagainya," ucap kakek dua cucu ini.
Sumsel, sebut Alex bukan provinsi yang terbesar dan terkaya tetapi memiliki beban berat karena sudah sejak 2008 sekolah dan berobat digratiskan. Keuletan lainnya yang dilakukan Pemda yang didukung oleh Pemerintah pusat adalah dengan menyulap Jakabaring yang pada 2010 masih rawa selama 11 bulan sulap menjadi pusat olahraga. Ada 18 venue berstandar internasional berdiri kokoh di JSC. Bahkan 2018 JSC menjadi green sport City yang semua sarana ramah lingkungan, dari penerangan hingga kendaraan. Alex menyebutkan masih banyak lagi Program Pemda yang pro terhadap masyarakat.
"Olimpic di Tokyo 2020 boleh gunakan Hydrogen car, tapi kita 2018, dua tahun lebih dulu sebelum Jepang akan menggunakan itu," terang tegasnya.
Alex mengaku sulit mewujudkan jika tidak bersungguh-sungguh. Dengan anggaran yang terus diefisiensi beberapa tahun terakhir membuat Pemda memutar otak bagaimana caranya dengan anggaran yang minim tapi dapat menjadikan Sumsel sebagai provinsi terdepan. "Tapi tidak kelihatan (lelah), saya tidak pernah mengeluh, kalian tidak tahu saja dalam hati saya," lirih Alex.
Dalam kesempatan itu Alex Noerdin menerima tawaran GM Santika Sarmad untuk menginap di Santika dengan view (pemandangan) Jembatan Ampera. "Boleh asal saya disediakan masakan mie spesial," katanya. Dia pun mengungkapkan sering belanja buku bersama cucunya di Gramedia World. "Kurangnya hanya satu, coba restorannya segera buka pasti rame," katanya mengakhiri audensi karena harus beristirahat untuk persiapan upacara Hari Kemerdekaan, pagi ini. (wet/ts)



Dikirim dari iPad saya


Dua Bujang Nekat Curi HP Polisi
SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Dua remaja tanggung yakni Bayu Bustian (18) dan Yandi Saputra (17) keduanya warga Desa Banuayu, ditangkap karena mencuri HP milik anggota Polri Iska Sundari (21) warga Desa Banuayu, di rumahnya Dusun IV, Desa Banuayu, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim, Rabu (16/8/2017).
Dari informasi yang dihimpun Sriwijaya Post, bahwa aksi pencurian tersebut terjadi, Senin (14/8) sekitar pukul 23.30, di dalam rumah korban di Desa Banuayu. Akibat aksi tersebut korban kehilangan dua unit HP dengan Merk OPPO F1S dan Samsung model lipat yang diletakkan di atas kasur santai depan TV di ruang keluarga. Diduga para pelaku mencurinya melalui jendela yang tidak terkunci tak jauh dari kasur santai depan TV di ruang keluarga. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 4 Juta rupiah dan langsung dilaporkan ke Polsek Rambang Dangku.
Kemudian, dilakukan penyelidikan dan diketahui pelakunya serta keberadaannya. Lalu anggota unit Reskrim Polsek Rambang Dangku yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Raja Toga Paruhum, langsung melakukan penangkapan dan para pelaku pasrah tanpa berlawanan berarti.
Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad Agus, saat ini, tersangka sudah diamankan bersama barang bukti satu unit Handphone merk OPPO F1S berwarna Putih dengan Casing berwarna Hitam dan satu unit Handphone merk Samsung berwarna Putih dengan model Lipat. Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal Pencurian dengan Pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke 3,4 KUHP.(ari)
CAPTION FOTO :
Maling HP : Dua pelaku pencuri HP milik Polisi diamankan di Mapolsek Rambang Dangku, Muaraenim, Rabu (16/8)

Terkirim dari Samsung Mobile

Dua Bujang Nekat Curi HP Polisi

Dua Bujang Nekat Curi HP Polisi
SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Dua remaja tanggung yakni Bayu Bustian (18) dan Yandi Saputra (17) keduanya warga Desa Banuayu, ditangkap karena mencuri HP milik anggota Polri Iska Sundari (21) warga Desa Banuayu, di rumahnya Dusun IV, Desa Banuayu, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim, Rabu (16/8/2017).
Dari informasi yang dihimpun Sriwijaya Post, bahwa aksi pencurian tersebut terjadi, Senin (14/8) sekitar pukul 23.30, di dalam rumah korban di Desa Banuayu. Akibat aksi tersebut korban kehilangan dua unit HP dengan Merk OPPO F1S dan Samsung model lipat yang diletakkan di atas kasur santai depan TV di ruang keluarga. Diduga para pelaku mencurinya melalui jendela yang tidak terkunci tak jauh dari kasur santai depan TV di ruang keluarga. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 4 Juta rupiah dan langsung dilaporkan ke Polsek Rambang Dangku.
Kemudian, dilakukan penyelidikan dan diketahui pelakunya serta keberadaannya. Lalu anggota unit Reskrim Polsek Rambang Dangku yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Raja Toga Paruhum, langsung melakukan penangkapan dan para pelaku pasrah tanpa berlawanan berarti.
Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad Agus, saat ini, tersangka sudah diamankan bersama barang bukti satu unit Handphone merk OPPO F1S berwarna Putih dengan Casing berwarna Hitam dan satu unit Handphone merk Samsung berwarna Putih dengan model Lipat. Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal Pencurian dengan Pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke 3,4 KUHP.(ari)
CAPTION FOTO :
Maling HP : Dua pelaku pencuri HP milik Polisi diamankan di Mapolsek Rambang Dangku, Muaraenim, Rabu (16/8)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Berita OKI

IPSM OKI Bertarung Tingkat Nasional
KAYUAGUNG, SRIPO –Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), membangun kemerdekaan ke 72 tahun RI dengan berjuang mengikuti lomba orientasi pilar-pilar berprestasi 2017, tingkat nasional yang diikuti 33 provinsi di Indonesia. 
IPSM OKI mewakili Sumatera Selatan (Sumsel), bukan tak beralasan. Anggota IPSM Welly Tegalega SH dan Rezimerry Yusuf binaan Dinas Sosial Pemerintah Daerah (Pemda) OKI, berhasil juara pertama pada seleksi dan orientasi pilar-pilar berprestasi tingkat Sumsel, lalu maju keajang tingkat nasional.
"Ini perjuangan dan atas kompak, akor sesama IPSM dan dinas sosial sehingga OKI bisa mewakili Sumsel untuk mengikuti seleksi dan orientasi pilar-pilar berprestasi 2017 tingkat nasional yang digelar 12-18 Agustus di hotel Red Top Jakarta," kata Welly pada wartawan, Rabu (16/8).
Masih kata Welly, untuk membawa nama Sumsel dan Kabupaten OKI sangat perjuangannya. Ini wujud IPSM membangun kemerdekaan ke 72 RI. "Suatu perjuangan membawa nama provinsi dan kabupaten. Doakan, kami pulang membawa kabar kembira," pinta Welly pada wartawan, kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa.
Ditambahkan, Rezimerry, saat ini sudah enam PSM dari enam provinsi termasuk OKI, yang melakukan pemaparan terkait program pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan di desa yang menjadi binaan.
"Kemarin dari kita sudah melakukan pemaparan terkait program pelayanan dan prestasi-prestasi yang telah didapat dalam melakukan pembinaan dan penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)," kata Rezimerry.
Dijelaskannya, ada beberapa kriteria penilaian meliputi kelengkapan administrasi, photo kegiatan, sekretariat dan kemampuan dalam penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial serta kepeduliannya terhadap PMKS.
Masih penjelasannya, pendampingan kepada anak putus sekolah dengan mendirikan beberapa Usaha Ekonomi Produktif (UEP) sehingga dapat memberikan lapangan pekerjaan terhadap anak putus sekolah dan pendampingan terhadap lanjut usia (lansia).
"Kita juga dinilai sejauh mana penerimaan masyatakat terhadap keberadaan PSM," ungkapnya panjang lebar untuk kretaria penilaian itu biasa dan berjalan di IPSM OKI selama ini.
Ketika ditanya sebesar apa keyakinan IPSM OKI untuk membawa kabar gembira kemenangan dalam perlombaan tersebut. Rezimerry dengan nada santai menjawab pertanyaan wartawan walaupun melalui handphone kedengarannya.
"Yang jelas bismillah, dan semua penilaian kita yakin dengan tim penilai, karena keyakinan untuk membawa kabar gembira sudah ada. Tinggal menunggu proses," tandas Rezimerry seraya mengakhiri konfirmasi. (mbd)

SRIPO/MAT BODOK
IPSM OKI-- Ketua IPSM OKI Welly Tegalega SH bersama PSM di 33 Provinsi di Indonesia berfoto bersama Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa.

Google+ Followers

Popular Posts

Recent Posts

TopOfBlogs Add to Technorati Favorites

Blog Archive