When you want to collect your data and do not want to lost from the address. So collection the free article on the blog is the good Idea. And this is my collections post from free article copy.

Latest Posts

Monday, December 11, 2017

Tim Densus 88 Anti Teror (AT) Mabes Polri Amankan 10 Warga
* Pengembangan Jaringan Teroris
SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Dari pengembangan terduga jaringan teroris, Tim Densus 88 Anti Teror (AT) Mabes Polri kembali amankan 10 warga di Desa Lecah, Kecamatan Lubay Ulu, Kabupaten Muaraenim, Senin (11/12/2017).
Dari informasi yang dihimpun Sriwijaya Post di lapangan, bahwa penangkapan 10 orang di Desa Lubai Persada tersebut dilakukan pada Minggu (10/12) malam, merupakan rangkaian dan hasil pengembangan penangkapan teroris di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir. Adapun nama-nama yang diamankan yaitu Ustadz Solihin, Budiono, Abdul Majid, Jakfar Safutra, Jakri, Zulkarnain, Rivai, Slamet, Sugianto dan Suwarto.
Saat ini, diduga telah diamankan di Mako Brimob Sumsel.
Menurut Ketua DPRD Muaraenim Aries HB, yang merupakan tokoh masyarakat Lubai, membenarkan ada beberapa warganya yang diamankan oleh Tim Densus 88. Namun untuk jumlah pasti dan nama-namanya belum pasti, begitupun penyebabnya apakah terkait teroris atau masalah lain juga belum tahu.
"Kalau kejadian tersebut memang ada, karena saya diberitahu warga dan dari informasi masuk lainnya," ujar Ketua DPC PDIP Muaraenim ini.
Mengenai adanya penangkapan tersebut, lanjut Aries, ia berharap kepada warga tetap tenang dan jaga situasi tetap aman, sebab hal tersebut masih dalam penyelidikan aparat keamanan. Kalau tidak terlibat pasti akan dibebaskan. Dan kepada masyarakat untuk menjaga keluarganya jangan sampai terlibat dengan hal-hal yang menjurus teroris.
Ketika dikonfirmasi ke Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan, meski tidak dengan tegas mengatakannya, namun ia membenarkan ada pengamanan terhadap 10 orang. Namun ia enggan mengomentarinya, sebab permasalahan ini sudah ditangani tim Densus 88 Mabes Polri.
"Saya tidak berwenang mengomentarinya, sebab ini dibawah kendali langsung tim Densus 88," ujarnya.
Sementara itu Kepala Kejaksaan Negri Muaraenim melalui Kasi Intel Kajari Abunawas saat di konfirmasi mengatakan kronologis penagkapan adalah dimulai Minggu (10/12/2017) sekitar pukul 12.30 dengan dilakukan penggeledahan oleh tim Densus 88 Mabes Polri dibackup Polresta Palembang dan Polsek Sukarami dirumah salah satu terduga teroris atas nama Suwarto di Jalan Sukadamai, Lr Perdamaian, Rt 73/14 No 107, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang. Kemudian dilakukan pengembangan pada hari itu juga sekitar pukul 04.00, dilakukan penangkapan terhadap terduga teroris jaringan Sumatera di Lr Seroja Dusun V, Desa Pulau Semambu, Kecamtan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.  Adapun identitas pelaku Abu Ibrahim alias Yazid (29) dan M Suryadi (27) keduanya warga Gg Seroja Dusun V Desa Pulau Semambu, Kabupaten Ogan Ilir yang diduga sebagai pemasok senjata api terhadap kelompok teroris dan rekan saudara Aseep yang sudah terlebih dahulu ditangkap di Kabupaten OKU Selatan tahun 2016. 
Hasil pengembangan dari penangkapan kedua terduga teroris tersebut, diketahui salah satu terduga teroris lainnya seorang pedagang bernama Suwarto (38) warga Jalan Sukadamai Lr. Perdamaian Rt. 73/14 No. 107 Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Kemudian sekira pukul 12.30, dilakukan penggeledahan terhadap rumah terduga teroris atas nama Suwarto. Saat dilakukan penggeledahan, hanya ada dua orang istri pelaku yakni Rustatin (36) dan Sopik (40) yang sehari-hari sebagai pedagang. Dari penggeledahan di rumah tersebut diamankan dokumen berupa Pasport sebanyak sembilan buah atas nama Zainab Khairunnisah Suwarto, Aisyah Khairunnisah Suwarto, Rustati Taslih, Suwarto Madi, Mariam Suwarto,
Habibah Ramlan, Fajar Hidayat Suwarto,
Yusuf Abdullah Suwarto dan Sukanti.
Selain diamankan sejumlah Pasport,  juga diamankan buku-buku Jihad dan satu buah double stick. 
"Saat ini, kita melakukan Koordinasi dengan pihak pihak terkait lainya baik kepolisian maupun TNI  guna pengembangan lebih lanjut tutup.(ari)
CAPTION FOTO :
AKBP Leo Andi Gunawan : Kapolres Muaraenim

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

1112bew1.kas

3 naskah

Foto --- Mang Jack/Kak Syahrul


Suwarto Jualan Kripik Singkong
//Pemasok Senjata Teroris

PALEMBANG, SRIPO --- Suwarto alias Abu Jakfar, terduga teroris yang diamankan Densus 88 Mabes Polri, dikenal sangat tertutup di kalangan warga tempat tinggalnya. Bahkan para tetangga tidak begitu mengenal sosok Suwarto dan keluarganya.

Mengenai aktifitas keseharian Suwarto dan keluarganya, para tetangga hanya mengetahui Suwarto memiliki usaha rumahan yakni membuat kripik singkong yang dijual atau dititipkan di warung-warung terdekat.

Dari pantauan Sripo Senin (11/12) di rumah Suwarto alias Abu Jakfar yang berlokasi di Jalan Sukadamai Lorong Perdamaian Nomor 107 RT 73 RW 04 Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang, tampak rumah semi permanen berbahan batako itu tertutup rapat.

Di depan pintu rumah tampak satu unit sepeda motor Honda Karisma. Diketahui pasca penangkapan Suwarto di wilayah Muara Enim sehari sebelumnya, rumah Suwarto di Palembang sempat dilakukan penggeledahan. 

Penghuni di dalam rumah diketahui anak dan istri Suwarto. Namun pihak keluarga enggan untuk ditemui. Saat meminta izin untuk menemui, terdengar suara seorang wanita dengan bercadar, menolak untuk ditemui.

"Mohon maaf tidak bisa menerima tamu. Karena tidak ada laki-laki di rumah, jadi aturannya tidak boleh menerima tamu. Sekali lagi mohon maaf ya," ujar wanita dibalik pintu yang sedikit terbuka.

Di kalangan tetangga, sosok Suwarto dan keluarganya memang dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi. Bahkan warga sekitar mengaku terkejut atas dugaan sebagai teroris. Terlebih lagi warga mengenal keseharian Suwarto memiliki usaha kripik.

"Saya tahu orangnya jualan kripik singkong yang dititipkan ke warung-warung. Memang orangnya tertutup dan jarang ketemu sama warga. Tapi kalau tapi kalau ketemu di jalan, orangnya selalu tersenyum," ujar Jimi, tetangga Suwarto yang tinggal persis di samping belakang rumah.

Diakui Jimi yang sudah bertetangga selama dua tahun dengan Suwarto dan keluarganya, memang rumah Suwarto sering kedatangan tamu. Namun setiap tamu yang datang, tidak begitu diketahui aktifitasnya.

"Memang sering ada tamu yang datang, tapi pintu rumahnya selalu tertutup jika ada tamu. Jadi saya tidak tahu apa kegiatan di alam rumah. Setahu saya, meskipun bertetangga, orangnya sama sekali tidak pernah datang ke rumah warga jika ada hajatan," ujar Jimi.

Sama halnya diakui Riko, tetangga lainnya, sosok Suwarto tidak begitu dikenalnya dengan baik. Bisa dikatakan meskipun bertetangga, namun jarang sekali bertemu bertatap muka.

"Kalau ketemu di jalan lorong ya orangnya selalu tersenyum. Memang baik dan sopan sekali orangnya kalau bertemu, tapi memang tertutup orangnya. Saya saja tahu orangnya itu jualan kripik singkong," ujar Riko.

Begitu juga dengan keseharian Imron alias Abu Hasan, terduga teroris yang diringkus di kediamannya Komplek Graha Persada 4, RT 22 Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Warga sekitar yang bertetangga, tidak begitu mengenal sosok Imron. Warga menilainya kehidupan keseharian Imron sangat tertutup. Dari antauan di rumah Imron, rumah dipasang garis polisi. Namun di dalm rumah masih ada sejumlah keluarga Imron. Rumah Imron pun masih dalam pengawasan dan penjagaan sejumlah petugas.

Lurah Talang Keramat, Zainudin mengatakan, sehari-hari Imron berjualan menjajakan kue di sekitar rumahnya. Diketahui, Abu Hasan telah mengontrak di rumah tersebut sejak tiga tahun lalu.

"Orangnya kurang bersosialisasi tapi tidak terlalu tertutup. Warga tidak curiga karena sebagian besar disini juga pendatang. Kami tidak curiga dengan Abu Hasan karena aktifitasnya selama ini tidak ada yang mencurigakan," ujarnya.(bew/mg2/cr32)

--- Sudah Jadi Target Setahun
SUWARTO alias Abu Jakfar, diketahui sudah menjadi target selama satu tahun oleh Densus 88 Mabes Polri. Bahkan selama setahun terakhir, aktifitas Suwarto selalu dipantau gerakannya.

Mashur (60), Ketua RT 73 tempat bermukim Suwarto dan keluarganya mengatakan, keluarga Abu Jakfar sudah mendiami rumah tersebut sejak tiga tahun lalu. Abu Jakfar dan keluarganya sangat tertutup dan tidak pernah bersosialisasi.

"Kalau ada acara tidak pernah membaur. Kalau ada hajatan, meskipun diundang, mereka tidak datang. Saya sebagai ketua RT memang sudah merasa curiga, terlebih lagi setahun lalu saya dipanggil di kantor camat dan ketemu dengan orang Mabes Polri, bahwa ada warga di RT saya menjadi target dan saya diminta mengawasi," ujarnya.

Mashur mengatakan, keseharian keluarga hanya berjualan kripik singkong yang dibuatnya dan dijualnya sendiri ke warung-warung dan pasar. Namun Suwarto memang sering bepergian hingga berhari-hari dan jarangpulang. Sementara istrinya hanya berjualan kripik.

"Sangat tertutupnya, saya sebagai ketua RT saja tidak tahu nama istri Suwarto. Wajahnya saja saya tidak kenal, karena selalu memakai cadar warna hitam. Pernah saya datangi untuk melakukan pendataan, ternyata tidak bisa ditemui," ujarnya.

Diketahui Mashur, Suwarto alias Abu Jakfar tinggal bersama istri dan enam anak serta satu kerabat wanita paruh baya yang tidak diketahui pasti hubungannya. "Anaknya ada yang masih kecil umur tiga tahun, lalu kisaran SD umur tujuh tahun, sembilan tahun, ada yang seumuran SMP, lalu tiga yang sudah agak dewasa," ujarnya.

Dari enam anaknya, Mashur mengatakan, diketahui tidak ada yang bersekolah. Tapi dua anaknya diketahui masuk ponpes di daerah Muara Enim tempat Abu Jakfar ditangkap Densus 88 Mabes Polri.
Saat ditangkap, Abu Jakfar sedang bersama kedua anaknya. Namun anaknya dikembalikan ke rumahnya di Palembang.

Tiga anaknya pun sempat mengikuti pengajian di masjid sekitar rumahnya. Namun sejak setahun lalu tak lagi ikut pengajian karena telah dibawa ke pondok pesantren.

"Memang seluruh keluarganya rajin beribadah. Rumahnya pun sering ramai kegiatan, tapi tidak tahu ngapain karena tertutup rapat. Salat Jumat pun pernah terlihat, tai tidak rutin," ujarnya.

Mashur mengatakan, saat petugas Densus 88 Mabes Polri membawa pulang anak Suwarto, lima petugas yang berpakaian preman sempat melakukan penggeledahan. Diketahui polisi membawa sejumlah barang bukti dari rumah tersebut berupa buku dan paspor milik terduga teroris.

"Saat itu saya diminta untuk menjadi saksi saat mengantarkan anaknya pulang. Dari hasil penggeledahan, saya lihat ada sejumlah buku dan pasor dibawa polisi. Saya saja baru tahu ada paspor yang kegunaannya untuk keluar negeri," ujar Mashur.(bew/mg2/cr32)

--- Amankan 12 Terduga Teroris
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan 12 warga terduga teroris di empat kabupaten yang berbeda dalam satu hari pada Minggu (10/12).

Saat ini sebanyak 12 terduga teroris masih diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Polda Sumsel di Jalan Srijaya Negara Bukit Besar Palembang. Dari pantauan Sripo, Mako Brimob steril dari awak media. Bahkan untuk masuk area Mako Brimob Polda Sumsel, tidak diperbolehkan petugas penjagaan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, sebanyak 12 terduga teroris diamankan dibeberapa lokasi berbeda. Diantaranya di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Muara Enim, Ogan Ilir, dan Banyuasin. Ke 12 terduga teroris masih menjalani pemeriksaan dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"12 terduga teroris ini diduga berperan memasok senjata untuk jaringan teroris yang ada di dalam dan luar Sumsel atau diluar provinsi lain atau menyembunyikan para teroris lain yang melarikan diri ke Sumsel.Penangkapan ini terkait penangkapan jaringan teroris Asep yang ditangkap di OKU Selatan pada 2016 lalu," ujarnya.

Dikatakan pria bintang dua ini, dihimbau kepada warga selalu memperhatikan lingkungan tempat tinggal. Dikarenakan para terduga tersebut kebanyakan tertutup dan tidak bersosialisasi.

Salah satunya terduga teroris atas nama Suwarto alias Abu Jakfar yang dibekuk Densus 88 Antiteror di Desa Lecah Kecamatan Lubay Ulu Kabupaten Muaraenim, dikenal warga sebagai pribadi yang tertutup. Bahkan seluruh keluarganya tidak ada yang bersosialisasi dengan warga sekitar di tempat tinggalnya.(bew/mg2/cr32)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Berita OKI

Begal Asal Jejawi Ditembak

KAYUAGUNG, SRIPO – Tersangka Bastoni alias Kupik (42) salah satu begal yang kerap berakasi di wilayah Jalan Raya Celikah-SP Padang yang tergolong sadis terhadap korbannya, kini harus berakhir di jeruji besi dengan diberi bonus timah panas dibagian betis kanannya oleh Sat Unit Pidum Polres OKI.

Bastoni tinggal di Desa Pematang Kijang, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Tersangka ditangkap Minggu (10/12/2017) pukul 19.00 di kawasan Lebak Laut, Desa Terusan Laut, Kecamatan SP Padang. Penangkapan tersangka berdasarkan laporan korban Abdul Rohman (58) tukang ojek warga Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayuagung.
Kronologis tersangka untuk melakukan tindakan begal dengan cara menyamar sebagai tukang ojek, Senin (18/11/2017) lalu. Yang mana tersangka meminta diantarkan ke Desa Pematang Kijang, Namun ditengah perjalanan tepatnya di Desa Awal Terusan, SP Padang. Korban (Tukang Ojek – Red) ditodong tersangka menggunakan senjata tajam jenis pisau.
"Tersangka duduk dibelakang langsung menodongkan senjata tajam jenis pisau keleher saya sambil meminta sepeda motor milik," kata Abdul yang saat itu menjatuhkan sepeda motor dan lalu lari dari kejaran tersangka, yang berhasil membawa kabur korban.

Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH MH melalui Kasat Reskrim AKP Harris SIk, Senin (11/12) mengungkapkan, bahwa tersangka ditembak lantaran berusaha melawan ketika hendak ditangkap. "Tersangka masih kita dalami apakah terlibat kasus kejahatan lainnya," Harris seraya berucap sepertinya tersangka sudah berpengalaman melakukan tindakan kejahatan, tinggal pengakuannya nanti.
Selain tersangka Bastoni, kata Harris, juga ditangkap ditepat terpisah tersangka begal Bunaji (35) masih dilakukan pengembangan, sepeda motor hasil begalnya dijual kemana masih dalam penyelidikan. "Menurut pengakuan tersangka ini, masih simpang siur dan tersangka masih merahasiakan siapa temannya dan dijual kemana," tutur Kasar Reskrim.

Sementara itu, pengakuan tersangka Bastoni mengakui, bahwa dirinya naik ojek minta antar ke Pemarang Kijang terus di perjalanan sepi, tukang ojek diancam dengan senjata tajam untuk menyerahkan kendaraannya. "Aku minta antar ke Pematang Kijang terus di perjalanan langsung kutodong," ungkap Bastoni.
Diakui Bastoni, dirinya baru pertama kali membegal. Lantaran butuh uang untuk pengobatan istri karena lagi sakit maag kronis dan juga banyak hutang untuk pengobatannya. "Motor itu awalnya kugadai Rp 2,5 juta, karena tidak ada yang mau membeli terus aku tukar tambahkan lagi Rp 1,8 juta sama motor yang jelek, Fiz R," tandasnya.

 

SRIPO/MAT BODOK

Kasat reskrim AKP Harris SIk menunjukan tersangka Bastoni alias Kupik (42) dan Bunaji (35) ditangkap di tempat terpisah sama-sama di dor bagian betias kanan, karena berusaha melawan petugas saat penangkapan dan diminta menunjukan rekan pelaku lainnya.



KPU Muaraenim Lakukan Verifikasi Faktual

KPU Muaraenim Lakukan Verifikasi Faktual
SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Setelah selesai melakukan verifikasi administrasi, KPU Muaraenim akan melakukan verifikasi faktual untuk Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati melalui jalur Perseorangan.
Hal tersebut diungkapkan Ketua KPU Muaraenim Rohani didampingi Komisioner Divisi Tekhnis Ahyaudin dalam Rapat Kerja dan Penyerahan Dokumen Dukungan Calon Perseorangan, yang diikuti PPK se-Kabupaten Muaraenim di aula KPU Kabupaten Muaraenim,
Senin (11/12/2017).
Menurut Rohani, sesuai jadwal saat ini, adalah penyampaian asli dokumen dukungan calon perseorangan kepada PPS melalui PPK untuk dilakuakn verifikasi faktual yang sebelumnya telah memenuhi syarat administrasi. Pada verifikasi administrasi ada tiga kegiatan yang dilaksanakan. Pertama, melakukan pengecekaan kebenaran data dokumen asli antara fotocoy KTP dengan surat dukungan, bila tidak memenuhi syarat dicerat. Kedua, mengecek dukungan kegandaan seperti satu orang dua kali mendukung. Ketiga, mensikronkan data dukungan dengan DPT/DP 4 (Data pendukung Pontensial Pemilihan).
"Proses semua ini sudah dilaksanakan, dan telah lulus dalam syarat administrasi, kita lihat dari hasil faktualnya," ujar Rohani.
Ditambahkan Ahyaudin, dalam verifikasi faktual nanti akan dilaksanakan rekapitulasi tingkat desa, kecamatan dan Kabupaten. Akan terlihat jelas dukungan yang sudah dinyatakan memenuhi syarat. Apabila jumlah dukungan tersebut diatas jumlah syarat minimum 35.149 KTP, maka pasangan calon tersebut sudah dipastikan dapat mendaftar dengan tidak ada proses perbaikan, tetapi jika dukungan dibawah jumlah dukungan minimun, kekurangan tersebut harus dipenuhi kembali oleh paslon tersebut ke KPU dengan jumlah dua kali lipat untuk dilakukan proses lebih lanjut, tetapi tidak menghalangi mereka untuk mendaftar pada tanggal 8-10 Januari mendatang.
"Kalau kurang 1000, berarti mereka harus menyampaikan tambahannya 2000 KTP," tukas Ahyaudin.(ari)
CAPTION FOTO :
Verifikasi 1,2,3 : KPU Muaraenim secara simbolis menyerahkan berkas dokumen dukungan calon perseorangan untuk diverikasi faktual oleh petugas PPK dan PPS se-Kabupaten Muaraenim di aula KPU Muaraenim, Senin (11/12).
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Harga Meroket Jahe di Panen Lebih awal

-5 Bulan di Panen

MUARADUA, SRIPO--Meroketnya harga Jahe yang mencapai hingga 90 persen yang semula seharga Rp 3.500 menjadi Rp 7.500 membuat petani di salah satu Kabupaten OKU Selatan memanennya lebih awal.

Salah seorang petani Roli warga Simpang Sender Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT) mengatakan kalau melonjak harga jahe akibat permintaan pasar yang melonjak dan hasil petani yang merosot.

Sebagai petani jahe sejak 3 tahun lalu ia mengatakan merosotnya hasil jahe disebabkan banyaknya jahe yang mengalami busuk akibat musim penghujan, dengan air yang berlebihan membuat jahe membusuk sehingga pasar kekurangan pasokan jahe.

"Sekarang sudah masuk puncak musim penghujan, dikhawatirkan tanaman jahe membusuk serta meroketnya harga jahe, maka saya panen lebih awal,"ujar Roli di Bincangi Sripo, Senin (11/12)

Ia mengatakan jarang sekali kenaikan harga hingga mencapai 90 persen, biasanya hanya mencapai Rp 4.000 hingga 4.500 perkilogram.

Walaupun hasil panen lebih sedikit karena usai jahe baru berusia 5 bulan dibandingkan dengan hasil panen jahe berumur 7 bulan.

"Memang hasilnya lebih sedikit akan tetapi untuk menghindari hal-hal yang seperti pembusukan ia melakukannya,"tutur Roli (cr28).


SRIWIJAYA POST: ALAN NOPRUANSYAH

Hasil Panen Jahe : Petani jahe menunjukan hasil panen jahe di depan rumahnya, Senin (11/12/2017).


Google+ Followers

Popular Posts

Recent Posts

TopOfBlogs Add to Technorati Favorites

Blog Archive