Pegawai Disdikbud Diduga Ancam Wartawan Pakai Parang
BANYUASIN, SRIPO -- Terekam kamera pertengkaran antara salah satu awak media yang bertugas di Kabupaten Banyuasin dengan seorang tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Banyuasin, yang sengat sengit berujung begitu saja.
Video tadi berdurasi 2,44 detik, Jumat (2/10/2020) sore, dengan gagahnya seorang pegawai Disdikbud Banyuasin, mengenakan baju kaos putih celana jeans biru dengan menggendong tas, bersandal jepit tadi bertengkar dengan wartawan Kontras86.com bernama Hardaya dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Thamrin yang dituduh mengambil berkas penting.
Dengan beringas oknum Disdikbud Banyuasin tadi, karena di lengan kiri oknum tenaga honorer yang mengaku bernama Syahbani tadi, memegang senjata tajam jenis parang, dan menahan nasi bungkus. Pertengkaran semangkin sengit antara mereka lalu parang yang di tangan kiri dipindahkan ke tangan kanan dan diayunkan sedikit.
Kemudian, pertengkaran saling sahut antara tenaga honorer dan wartawan serta LSM, karena dituduh ambil berkas milik Kabid SMP Banyuasin. Namun, tuduhan itu dibantah keras oleh wartawan Hardaya dan LSM Thamrin. Sebab kertas yang sudah lesu, remuk itu didapat dalam kotak sampah.
Hardaya menjelaskan kepada wartawan, Minggu (4/10/2020) saat itu, dirinya ingin menemui kepala bagian SMP di dinas pendidikan. "Saya sudah ketemu sama Kabid SMP dan saat itu Kabid mau rapat, selesai rapat Kabid sholat," ucap Hardaya yang diminta oleh Kabid SMP untuk menunggu.
Dalam Jedah waktu menunggu tadi, jelas Hardaya dirinya melihat kumparan kertas di tong sampah. "Saya melihat ada kertas dan saya ambil," tutur Hardaya panjang lebar yang isinya hanya tulisan nama - nama saja.
Masih kata Hardaya, saat dirinya ambil ada yang menegur, dengan kata - kata, ngapo kau ambek data itu, Hardaya jawab ini kan sudah dibuang di tong sampah, jawab Hardaya seketika.
Sedangkan kasus pengancaman wartawan dengan parang yang dilakukan oleh oknum tenaga honorer Disdikbud Banyuasin, telah dilaporkan oleh korban melalui advokasi Rijen Kadin Hasibuan SH, sesuai dengan surat tanda terima laporan polisi Nomor: STTLP/B-219/X/2020/Sumsel/RES BANYUASIN.
Terpisah Sekretaris Disdikbud Banyuasin Agus Seherwan SPd ketika dikonfirmasi terkait staf tenaga honorer Disdikbud, Syahbani yang diduga mengancam wartawan dan LSM dengan Sajam jenis parang itu tidak benar.
"Parang itu bukan untuk mengancam wartawan dan LSM, secara kebetulan Syahbani pagi tadi ikut kegiatan Jumat bersih dan membawa parang untuk memotong batang pohon," ungkap Agus dan sore itu Syahbani hendak pulang dan memang membawa parang usai pembersihan. (mbd)
SRIPO/MAT BODOK
Syahbani baju kaos putih pegawai honorer Disdikbud Banyuasin yang sedangan memegang parang dan rekannya memegang kertas berkas yang menjadi persoalan.

0 Response to "Berita Banyuasin"
Post a Comment