Buy and Sell text links

Debat

Dodi-Beni Lihat Waktu, Amiri-Toha Tegang
// Masa Amiri Dapat Teguran Keras Dari KPU Muba

SEKAYU, SRIPO--Debat publik yang dilakukan oleh KPU Muba yang menghadirkan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 Dodi Reza Alex-Beni Hernedi, dan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2  Amiri Aripin-Ahmad Toha berlangsung lancar. Namun, pada saat pelaksanaan debat yang dilaksanakan di gedung Darma Wanita Perjuangan (DWP) Sekayu, Senin (16/1) diwarnai dengan aksi pendukung paslon nomor urut 2 dengan keributan.

Dari pantauan dilapangan, debat publik yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dihadiri oleh ratusan pendukung kedua paslon. Pada kedatangan pertama sendiri paslon no urut 2 Amiri Aripin-Ahmad Toha  lebih dahulu sekitar pukul 19.02 WIB, kemudian dilanjutkan dengan paslon dengan paslon no urut 1 Dodi Reza Alex-Beni Hernedi dengan pukul 19.20 WIB.

Sebelum debat dimulai kedua paslon tersebut mengumbar senyum dan menyemangati para pendukung dengan menunjukan tangan sesuai nomor urut paslon. 

Sebelum depat dimulai calon bupati muba nomor urut 1 Dodi Reza Alex terlihat sering membetulkan peci karena dilihat dari mata peci yang digunakan Dodi seperti kekecilan. Sedangkan pasangannya Beni duduk santai memandang para pendukung seraya melemparkan senyuman terhadap para pendukung. 

Debat yang dimulai pukul 20.00 WIB langsung paslon nomor 1 memaparkan visi dan misi keduanya. Ketika pemaparan visi dan misi Dodi memaparkan visi dan misi dengan lantang dan santai. Lalu pasangan calon nomor urut 2 Amiri Aripin-Ahmad Toha sedikit lebih pelan dalam menyampaikan visi dan misi.

Ketika debat dan para panelis mulai menanyakan pertanyaan paslon nomor urut 1 menjawab pertanyaan mengenai kesejahteraa rakyat lebih lugas. Akan tetapi berbeda dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh paslon nomor urut 2, Microphone milik Ahmad Toha mati sehingga waktu dalam memaparkan visi dan misi menjadi terhambat. "Ini tidak adil karena mic saya mati," ujar Ahmad Toha disela-sela debat.

Pertanyaan panelis terus berlanjut, tetapi nampar kegelisahan dari Dodi-Beni pasangan yang diusung 11 partai politik itu terus melihat waktu yang diberikan moderator selama 3 menit. Berbeda 
terbalik dengan Amiri-Toha yang lebih santai dalam menjawab pertanyaan.

Pada pemaparan yang dilakukan oleh, Dodi Reza Alex dirinya berkeyakinan dalam dua tahun dalam masa kepemimpin akan membereskan jalan rusak yang ada di Muba dengan lantang. "saya beruntung mempunyai wakil bapak Beni Hernedi yang menjadi navigator saya karena telah mempunyai bekal pada saat menjadi wakil bupati terdahulu. Dengan demikian ia menjadi pemandu saya dalam menjalakan roda pemerintahan kelak," kata Dodi pada debat Publik.

Ketika pertanyaan memasuki sesi mengenai KDRT yang ada di Muba, Dodi menjawab dengan tegas karena ada acuan UU no 17 tahun 2016 akan menjadi acuan untuk mengatasinya. "Dalam mengatasi permasalahan KDRT pada anak-anak kita 
akan memberikan pemahaman dan edukasi dan pemahaman khususnya anak-anak. Lalu akan membuat program terpadu untuk anak-anak, dan kita akan membuat Muba menjadi kabupaten layak anak," tegas Dodi. 

Lalu Ahmad Toha menjawab mengenai KDRT yang ada dirinya akan membuat program pemahaman menenai agama. "Pemahaman mengenai agama akan kita tingkatkan, agar tidak terjadinya lagi hal-hal seperti KDRT," ujar Toha.

Akan tetapi pada saat berjalannya debat pendukung Amiri Aripin-Ahmad Toha mendapatkan teguran keras dari pihak KPU Muba. Tim pemenamgan Amiri Toha sempat membuat keributan yang membuat berjalannya debat sedikit terganggu karena suara dari tim pendukung.

"Jika kalian ribut dan berisik lebih baik keluar saja. Saya ingatkan jangan menghujat dan berteriak kepada Paslon karena itu dapat menanggun jalannya debat, jika masih ribu lebih baik keluar saja," kata Komisi KPU Divisi Hukum, Pratama SH.

Memasukii sesi saling bertanya kepada kedua paslon, paslon no 1 bertanya no 2, Beni bertanya  kepada Amiri Aripin mengenai bahaya hotspot dan bagaimana penamgannya. Amiri Aripin menjawab bahwa pertanyaan tersebut yang paling ditungggu.

"Pada saat kami blesukan kami menemui banyak pertamyaan mengenai hotspot, lalu jika kami terpilih kami akan memberikan solusi kepada masyarakat akan memberikan bantuan dozer dan ekskavator untuk membuka lahan. Dengan ekskavator dapat membuka lahan dengan cepat tanpa adanya kebakaran hutan dan lahan," ujar Amiri.

Lalu Bergantian pasamgan nomor urut 2, Ahmad Toha, bertanya kepada Dodi yang mengatakan mengenai jalan bahwa kondisi jalan sangat rusak dan parah lalu upaya apa yang akan dilakukan. 

kesemapatan tersebut Dodi menjawab jalan di Muba ini ada dijalan negara dan kabupaten. Dahulu saya sebagai anggota DPR RI sering melobi mengenai jalan negara dan Provinsi, lalu jalan kabupaten begitu juga. "Jika kami terpili maka kita akan memprioritaskan jalan di Muba menjadi lebih baik," ungkapnya. (cr13)





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Debat"