Buy and Sell text links

Widodo : Kita Lebih Siap

Single fokus

Widodo : Kita Lebih Siap

PALEMBANG, SRIPO--Head coach Sriwijaya FC widodo C Putro, menatap kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang rencananya akan kick off 26 Maret mendatang dengan optimis tinggi. Pasalnya, regulasi pemain muda yang mewajibkan setiap tim mendaftarkan lima pemain dan menurunkan tiga sebagai starter sudah lama ia terapkan di Laskar Wong Kito mulai dari Torabika Soccer Championship (TSC).

Artinya, musim ini Sriwijaya FC jauh lebih siap dari kontestan lain yang begitu mengandalkan pemain senior sebagai pemain intinya. 

Sebut saja, Zalnando, Manda Cingi, Ichsan Kurniawan, Mariando, Teja Pakualam, Rizky Dwi Ramadhana, Hafit Ibrahim, Slamet Budiono, Andes Merupakan pemain yang telah ia orbitkan saat TSC. Bahkan buktinya, Ichsan dan Teja dipanggil Timnas berkat diberikan kesempatan oleh Widodo. 

"Kita tidak tahu bakal ada regulasi ini. Kita harus liat fokusnya, orientasinya kemana. Ini untuk ke Timnas kan. Untuk Asian Games. Jadi boleh dibilang kita jauh lebih siap, karena memang sudah kita biasakan di TSC kemarin," ucap Widodo ketika dibincangi, Senin (16/1)

ISL musim 2017 sendiri diprediksi bakal panas. Meskipun Manajemen SFC menilai jika Arema, Persipura, Persib dan Madura menjadi lawan terkuat. Namun tim lain seperti Bali United, Bhayangkara dan PSM tak boleh dipandang sebelah mata jika melihat panasnya bursa transfer saat ini. Khususnya Bali yang begitu jor-joran menggelontorkan dana untuk melengkapi skuadnya musim ini. Terbukti, SFC baru saja kalah harga untuk mendatangkan Irfan Bachdim ke Jakabaring. 

Widodo tak menampik jika ISL sebagai liga resmi bak magnet bagi semua tim kasta tertinggi Indonesia. Semua memiliki misi yang sama untuk membawa pulang gelar juara. Karena itu, menurutnya kerja keras, kerja cerdas dan pemahaman visi sepakbola khususnya filosofi sepakbola apa yang akan ia jalankan, wajib dipahami semua pemain. 

"Langkah awal saya, bicara dari hati ke hati. Saya ingin semua paham visi, saya ingin mereka mengerti filosofinya. Karena jelas sepakbola yang saya anut adalah sepakbola menyerang. Bukan karena menyerang adalah pertahanan terbaik. Tapi dengan menyerang persentase mencetak gol lebih banyak. Itu terbukti di laga TSC kemarin," ungkapnya

Namun demikian, tahapan untuk menggapai juara. Apa saja yang dibutuhkan untuk juara, mesti dilengkapi. Lantaran, menurut pelatih asal cilacap ini, banyak hal kompleks untuk merengkuh juara. 

"Banyak hal yang membuat juara. Dan satu persatu hal itu kita upayakan dan kita gapai bersama. Harapan saya, kita semua untuk mencapai yang terbaik musim ini," pungkasnya.  (cr10)



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Widodo : Kita Lebih Siap"