Buy and Sell text links

Berita 1611.zie.dae

Kebutuhan Pertalite Meningkat
- Kebutuhan Capai160 KL ‎‎per Hari

LUBUKLINGGAU, SRIPO - Animo masyarakat pemilik kendaraan diwilayah Kota Lubuklinggau, Musirawas dan Muratara terhadap bahan bakar jenis pertalite saat ini makin meningkat. Kualitas bahan bakar yang disebut lebih baik dan pemakaiannya lebih irit dibandingkan dengan bahan bakar jenis premium, membuat masyarakat kini banyak yang beralih menggunakan bahan bakar jenis pertalite daripada bahan bakar jenis premium.
Sales Eksekutif Retail Depot BBM Pertamina Kota Lubuklinggau, SW Wicaksono mengungkapkan, saat ini kebutuhan pertalite meningkat hingga 160-180 kilo liter per hari‎. Pertalite sebanyak ini disebar ke 14 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musirawas, Kabupaten Muratara, hingga ke daerah Padang Ulak Tanding, Rejanglebong, Bengkulu.
"Sekarang, kebutuhan pertalite setiap harinya bisa sampai 160-180 kilo liter. Dulu awal tahun 2015 paling kebutuhan pertalite berkisar 8 - 16 kilo liter. Artinya kebutuhan pertalite saat ini, sudah jauh meningkat," ungkap SW Wicaksono, Rabu (16/11).
Disebutkan, dengan meningkatnya kebutuhan bahan bakar pertalite, maka secara signifikan menurunkan kebutuhan bahan bakar jenis premium. Menurutnya, kebutuhan premium saat ini sudah jauh menurun hingga angka 60 kilo liter per hari. ‎Padahal sebelumnya kebutuhan premium mencapai 200 kilo liter per hari. "Sekarang kebutuhan premium turun drastis. Sekarang di Lubuklinggau ‎kebutuhan premium tinggal sekitar 60 kilo liter, dari awalnya sekitar 200 kilo liter per hari. Disepanjang jalan, pedagang eceran sudah banyak yang jual pertalite," ujarnya.
Menurutnya, dengan meningkatnya konsumsi bahan bakar jenis pertalite ini, bisa jadi merupakan indikator‎ peningkatan ekonomi masyarakat. Sebab hal ini menyangkut daya beli. "Untuk saat ini konsumsi terbesar masih di Kota Lubuklinggau. Mencapai 40 persen menguasai omset," katanya.
Meningkatnya kebutuhan bahan bakar jenis pertalite diakui oleh pengelola SPBU. Seperti diakui Muhammad Jani, pengelola SPBU Sungai Jauh Kecamatan Rawasulu Kabupaten Muratara. Dikatakan, saat ini kebutuhan pertalite di SPBU Sungai Jauh mencapai 5000 - 6000 liter per hari. Bahkan pada hari-hari tertentu, kebutuhan bisa lebih dari jumlah tersebut.
"Ditempat kita semua disediakan, ada pertalite dan ada premium. Saat ini, dari tingkat kebutuhan yang ada, bahan bakar pertalite terus meningkat. Sampai mobil-mobil angkutan umum, juga sekarang isi pertalite. Mungkin karena kualitas lebih baik dan lebih irit, dengan selisih harga tak terpaut jauh dengan premium, yaitu selisih Rp650 per liter," kata Muhammad Jani. (zie)

Ket foto
SW Wicaksono, ‎Sales Eksekutif Retail Depot BBM Pertamina Kota Lubuklinggau

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan Telkomsel.





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berita 1611.zie.dae"