Buy and Sell text links

Muara Enim Targetkan Replanting 10.800 Ha Kelapa Sawit
SRIPOKU.COM, MUARA ENIM,---Untuk meningkatkan perekonomian para petani Kelapa Sawit Eks Plasma PTPN VII, Pemkab Muara Enim targetkan Reflenting Sawit sekitar 10.800 hektar di wilayah Kabupaten Muara Enim, Rabu (7/10/2020).
Menurut Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim Ir H Mat Kasrun MSi, target potensi perkebunan kelapa sawit yang harus diremajakan (replanting) eks plasma PTPN VII sekitar 10.800 hektar dengan umur rata-rata Kelapa Sawit sekitar 30-35 tahun. Replanting tersebut dilakukan secara bertahap oleh Pemerintah Pusat sejak tahun 2017 sampai sekarang. Pada tahun 2017-2019 para petani mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 25 juta perhektar, namun sejak per Juli 2020, nilai bantuan sedikit dinaikkan menjadi Rp 30 juta per hektar. Selain itu ada bantuan dana sekitar Rp 5 juta dari Pertanian, untuk tanaman sela seperti padi, jagung, kedelai  dan sebagainya. Kegunaannya adalah untuk menutupi kekurangan petani selama mereka menunggu Kelapa Sawit milik mereka berproduksi.
"Bantun tanaman sela itu tidak harus senilai Rp 5 juta sebab tergantung kebutuhan dan keinginan para petani. Jika mereka tidak mau juga tidak masalah," pungkas Plt Kepala Bappeda Muara Enim ini.
Saat ini, lanjut Mat Kasrun, pihaknya telah melakukan penanaman Kelapa Sawit seluas 1.820 hektar, yang sedang dalam proses tumbang ciping atau Land Cliring (LC) seluas 2.245 hektar, dan target tahun 2020 sebesar 1321 hektar. Untuk dana sebagian sudah cair di tiga koperasi sedangkan sebagaian lagi masih dalam proses. Dari sejak tahun 
2017-2020 dana yang cair sebesar Rp 83 Miliar sehingga total kebun kelapa sawit yang diremajakan seluas 4.361 hektar atau sekutat 45 persen.
Adapun kendala yang ditemui, sambung Mat Kasrun, para petani banyak sertifikat kebunnya yang sudah tergadai di bank sehingga tidak bisa jadi sebagai peserta replating karena salah satu syaratnya adalah SHM. Selain itu, 
ada juga petani yang tidak mau karena khawatir tidak ada penghasilan karena menunggu sawitnya produksi. Kemudian banyak petaninya yang tidak jadi ikut dalam program tersebut dan 
masih belum percayanya petani dengan beberapa pengurus koperasi sebab kurang aktif, jelasnya.
Sementara itu Plh Sekda Muara Enim H Amrullah Jamaludin SE, pihaknya terus melakukan evaluasi program Pemerintah Pusat  Pengembangan Sawit Rakyat (PSR) sehingga programnya bemar-benar terwujud. Selain itu, mengsinkronkan antara program PSR dengan bantuan paket pertanian selama sebelum menghasilkan, sehingga para petani tertarik untuk melakukan peremajaan sebab untuk hidup dibantu oleh pemerintah. Dan untuk menunjang kegiatan tersebut 
maka perlu koperasi yang mengelolah dan mengakomodir perorangan oleh koperasi dan Koptan.
"Kita berharap program ini berhasil, sehingga kedepan para petani kelapa sawit lebih baik perekonomiannya," harapnya.(ari)
CAPTION FOTO :
Ir Mat Kasrun MSi : Kadisbun Muara Enim 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " "