Buy and Sell text links

Berita Banyuasin 4

Foto di kirim di Wa Kk Jul

Rustam Biasa Membagikan Hasil Nelayan Kepada Tetangga
* Jarak Tempuh Dari Rumah Ke Sungai Bungin Capai 7 Jam
BANYUASIN, SRIPO -- Rustam (35) korban di makan buaya Sungai Bungin meninggalkan kesan baik di lingkungan rumah tangga Desa Sri Menanti Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin.

Nelayan yang akrab disapa Tam, meninggal anak berusia 3 bulan dengan pasangan Rani Andika binti Gani. Rustam yang tinggal tidak jauh dari rumah mertuanya itu, berhadapan dengan Sungai Musi.

Tak pelak, kalau Rustam memang hobi mencari ikan, baik dengan cara memancing atau juga dengan memasang jaring. Jarak tempuh pun boleh dikatakan sangat jauh, karena dengan bermodal perahu ketek kecil dengan mesin disel menyebrangi sungai bahkan masuk di areal berbahaya, tepat buaya nimbul.

Inilah cerita dari Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Sri Menanti Herman, mengenai korban masa hidup dilingkungan sangat baik dan pandai berbagi dengan tetangga apabila berhasil mencari ikan.

"Kalau cerita dari mertuanya, Gani yang sempat menghubungi warga kampung yang menyebutkan Rustam di terkam buaya usai mengangkat 14 jaring," kata Herman yang mengingat cerita Gani (70).

Saat mengangkat jaring, posisi Rustam saat itu sedang berdiri di perahu dan mertuanya duduk mengendalikan perahu. Tiba - tiba perahu bergerak kuat dan Rustam terjatuh ke sungai dan langsung hilang," ujar Herman yang mendengar cerita Gani.

Perahu yang di naik anak menantu ini nyaris penuh dengan air. Untung saja, perahu tidak karam, dan Gani berusaha menjauhkan perahu dan minta tolong sama rekannya yang juga mencari ikan.

"Ada tiga perahu ketek serempak dengan korban. Pertolongan itulah Gani bersama rekannya mencari tempat sinyal untuk menelpon warga Desa Sri Menanti dan Desa Sungsang IV," tuturnya.

Disebutkan Herman, korban di makamkan di Desa Karang Baru Kecamatan Sumber Marga Telang Banyuasin, dan jarak tempuh dari Desa Sri Menanti kelahiran istrinya ke Desa melalui jalur darat dan sungai.

"Waktu tempuh bisa memakan waktu 6 sampai 7 jam jauhnya untuk mengendarai perahu," ungkap Herman dengan kondisi sekarang ini sangat berbahaya.

Sementara itu, Ayu sebagai tetangga korban mengakui bahwa korban orang baik dan sering mengasih ikan apabila dia pulang dari nelayan. "Orangnya baik dan tak banyak neko -neko," tandasnya.

Untuk di ketahui korban meninggal karena perahu yang ditumpanginya bersama mertuanya di sambar buaya di Sungai Bungin Kawasan TN Merebak Sembilang. Hingga korban terjatuh dari perahu dan di bagian tangan serta kaki di makan buaya. (mbd)

SRIPO/MAT BODOK

Sekdes Desa Sri Menanti Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin, Herman menunjukan rumah korban Rustam yang kondisi kosong.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berita Banyuasin 4"