Foto KAK SYAHRUL
Terobos Kobaran Api Selamatkan Ijazah
//38 KK Kehilangan Tempat Tinggal
PALEMBANG, SRIPO - Raut wajah Rohimah (48), tampak pasrah melihat rumahnya sudah menjadi arang dan rata dengan tanah. Rohimah salah warga yang menjadi korban musibah kebakaran yang terjadi di pemukiman warga Lorong Sepakat RT 12 RW 03 Kelurahan Kuto Batu Kecamatan IT III Palembang, Kamis (30/8).
"Semuanya habis terbakar, waktu itu api tiba-tiba sudah besar membakar dinding rumah. Saya hanya bisa selamatkan ijazah," ujar Rohimah yang berada di lokasi kebakaran.
Demi menyelamatkan ijazah anaknya, Rohimah pun mempertaruhkan nyawanya yang menerobos kobaran api. Dalam benak Rohimah, hanya ijazah dan surat-surat penting lainnya yang dicoba diselamatkan dari kobaran api.
"Saya sudah keluar rumah karena api sudah besar. Tapi saya masuk lagi ke dalam rumah untuk ambil ijazah anak saya. Waktu itu anak dan suami saya sedang keluar rumah, jadi cuma saya yang ada di rumah," ujar Rohimah.
Bukan hanya Rohimah, sejumlah warga lainnya pun nekat menerobos kobaran api demi menyelamatkan harta benda di dalam rumah. Warga sekitar semuanya panik, karena api sudah berkobar yang dengan cepat membakar rumah warga semi permanen berbahan kayu papan.
Belasan unit mobil pemadam kebakaran (damkar), dikerahkan ke lokasi kebakaran. Petugas damkar pun berhasil menjinakkan kobaran api dan kebakaran pun tidak meluas.
Berdasarkan data dihimpun, sebanyak 12 rumah semi permanen yang mayoritasnya bedeng atau rumah kontrakan, ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa, namun sebanyak 38 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.
Informasi di lapangan, api berasal dari dapur rumah Idris yang berada di ujung lorong. Diketahui saat itu Erna, istrinya Idris sedang memasak kue dan ditinggalkannya untuk pergi melayat.
Api diketahui sejumlah tetangga yang terkejut saat melihat api sudah membakar dapur rumah Idris. "Saya lihat api sudah besar di bagian dapur. Memang orangnya lagi memasak kue, tapi ditinggal pergi keluar rumah," ujar Helmi, warga sekitar yang melihat sumber api berasal.
Warga yang menjadi korban musibah kebakaran, sempat mencari Erna yang mengakibatkan terjadinya musibah kebakaran. Namun karena menghindari dari hal-hal yang tak diinginkan terjadi, petugas kepolisian yang berada di lokasi pun dengan cepat mengamankan Erna.
Menurut warga sekitar, Erna sudah sering diperingati warga sekitar untuk tidak memasak kue dengan bahan kayu bakar. Dikarenakan sebelumnya pernah nyaris terjadi kebakaran.
Kapolsek IT II Palembang Kompol Milwani didampingi Kanit Reskrim Ipda Novel yang berada di lokasi mengatakan, dalam musibah kebakaran ini tidak ada korban jiwa. Namun sebanyak 12 rumah semi permanen ludes terbakar dan 38 KK kehilangan tempat tinggal.
Dari penyelidikan petugas di lokasi, api berasal dari salah satu rumah warga yang sedang memasak. Diketahui memang saat sedang memasak, ternyata ditinggal pergi pemilik rumah.
"Lokasi kebakaran sudah kita lakukan penyelidikan dan pemilik rumah yang menjadi penyebab musibah kebakaran juga sudah dimintai keterangan," ujarnya.(bew)
0 Response to "3008bew1.kas"
Post a Comment