Harga Garam Terus Melonjak
INDERALAYA--Sejumlah pedagang di Pasar Inpres Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengeluhkan harga garam yang naik hingga seratus persen. Padahal, salah satu faktor daya beli yang tinggi terhadap garam, karena harganya murah. "Iya, cuma garam saja harganya mahal sekali menurut langganan (pembeli) saya," kata Asna, seorang penjual sembako di Pasar Inpres Inderalaya, Rabu (6/9). Diungkapkannya, harga garam kasar kemasan kecil atau seperempat kilogram yang semula dijual Rp 500 hingga Rp 750, kini dijual seharga Rp 1500. Garam halus dengan kemasan sama, semula dijual seharga Rp 1000, kini dijual seharga Rp 2000.
"Ini harga garam naik sejak lebaran Idul Fitri kemarin. Pembeli ada yang mengeluh, yang beli garam jadi berkurang," bebernya. Asna mengaku telah mengetahui dari berita di televisi bahwa harga garam naik hingga seratus persen. Namun dampak kenaikan harga garam ini mulai dirasakannya sejak beberapa minggu terakhir. Hal serupa juga dialami Hani, penjual sembako di pasar tersebut. Selain harga garam yang melonjak, Hani bahkan khawatir dengan adanya garam palsu yang terbuat dari kaca. "Saya pernah nonton berita kalau ada garam dibuat dari kacah yang dipecah pakai alat begitu. Ngeri jadinya, sudah mahal, ada (garam) yang palsu pula," ungkapnya.
Hani mengaku khawatir jika garam palsu beredar di pasaran Kabupaten OI. "Kalau beneran ada garam seperti di kita (kabupaten OI), takut terjadi apa-apa pada pembeli. Kita juga yang disalahkan," keluhnya. Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten OI, Wasiatul Gen mengatakan, kenaikan harga garam hingga seratus persen merupakan ketentuan dari pusat. "Tidak hanya di Ogan Ilir, semua daerah juga begitu. Harga garam semua naik," ujarnya. Selain berupaya menjaga kestabilan harga salah satu bahan pokok ini, pihaknya juga berupaya menjaga kelancaran distribusi garam agar tidak tersendat hingga dipasarkan.
Mengenai isu garam palsu, Wasiatul menegaskan, saat ini tidak ada ditemukan indikasi garam terbuat kaca yang beredar di Kabupaten OI. "Saya rasa tidak ada itu (garam palsu), karena kita rutin inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional. Kalau seandainya ada, pasti kita musnahkan dan produsennya kita serahkan ke polisi," tegasnya.(cr7)
"Ini harga garam naik sejak lebaran Idul Fitri kemarin. Pembeli ada yang mengeluh, yang beli garam jadi berkurang," bebernya. Asna mengaku telah mengetahui dari berita di televisi bahwa harga garam naik hingga seratus persen. Namun dampak kenaikan harga garam ini mulai dirasakannya sejak beberapa minggu terakhir. Hal serupa juga dialami Hani, penjual sembako di pasar tersebut. Selain harga garam yang melonjak, Hani bahkan khawatir dengan adanya garam palsu yang terbuat dari kaca. "Saya pernah nonton berita kalau ada garam dibuat dari kacah yang dipecah pakai alat begitu. Ngeri jadinya, sudah mahal, ada (garam) yang palsu pula," ungkapnya.
Hani mengaku khawatir jika garam palsu beredar di pasaran Kabupaten OI. "Kalau beneran ada garam seperti di kita (kabupaten OI), takut terjadi apa-apa pada pembeli. Kita juga yang disalahkan," keluhnya. Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten OI, Wasiatul Gen mengatakan, kenaikan harga garam hingga seratus persen merupakan ketentuan dari pusat. "Tidak hanya di Ogan Ilir, semua daerah juga begitu. Harga garam semua naik," ujarnya. Selain berupaya menjaga kestabilan harga salah satu bahan pokok ini, pihaknya juga berupaya menjaga kelancaran distribusi garam agar tidak tersendat hingga dipasarkan.
Mengenai isu garam palsu, Wasiatul menegaskan, saat ini tidak ada ditemukan indikasi garam terbuat kaca yang beredar di Kabupaten OI. "Saya rasa tidak ada itu (garam palsu), karena kita rutin inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional. Kalau seandainya ada, pasti kita musnahkan dan produsennya kita serahkan ke polisi," tegasnya.(cr7)
Teka photo : Salah seorang pedagang garam di pasar Inpres Inderalaya Ogan Ilir.
Terkirim dari Samsung Mobile.


0 Response to "Harga Garam Terus Melonjak"
Post a Comment