* Satu-satunya RS Kabupaten/Kota di Sumsel
MUARAENIM, SRIPO---Setelah melalui penilaian yang cukup ketat, akhirnya Rumah Sakit HM Raba'in Muaraenim berhasil naik kelas dari C plus menjadi B plus yakni Sertifikasi Akreditasi Paripurna dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Senin (20/3).
"Alhamdulilah Sertifikatnya sudah diterima oleh Sekda Muaraenim yang diserahkan langsung oleh Ketua Eksekutif Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Dr dr Sutoto M.kes, di Epicentrum Walk Jakarta," ujar Dirut RS HM Raba'in Muaraenim dr H Suwandi Safitra Sp.A.
Menurut Suwandi, pemberian Sertifikasi Akreditasi Paripurna kepada RS HM Raba'in Muaraenim tersebut, sebagai bukti dan bentuk apresiasi pemerintah terhadap pelayanan dan fasilitas RS HM Rabain Muaraenim yang dimiliki sudah sesuai standar sebagai rumah sakit type B plus. Pemberian sertifikat dengan nomor KARS-SERT/621/II/2017 ini, maka RS HM Rabain Muaraenim dinyatakan lulus tingkat Paripurna dengan masa berlaku sampai 16 Januari 2020.
Dikatakan Suwandi, Lembaga Akreditasi Rumah Sakit (KARS) telah melakukan penilaian pada akhir Februari 2017 lalu.
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan Tim KARS, hanya delapan indikator yang tidak tercapai dari dari 98 indikator yang diaudit, dan terkait hal ini RSUD HM Raba'in Muaraenim merupakan satu-satunya rumah sakit milik pemerintah daerah kabupaten/Kota di Sumsel yang meraih sertifikat ini. Untuk itu, ia berharap dengan hasil ini, akan bisa memotivasi seluruh jajaran managemen RSUD HM Raba'in untuk terus berbenah meningkatkan pelayanan medis terhadap pasien. Karena sesuai dengan UU No 44 tahun 2009 tentang rumah sakit bahwa seluruh rumah sakit harus terakreditasi, dengan tujuan supaya rumah sakit bekerja dengan standar yang sudah ditentukan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu Sekda Muaraenim Ir H Hasanuddin MSi yang juga Ketua Dewan Pengawas RSUD HM Raba'in mengatakan, bahwa pihaknya sangat senang dengan naiknya type RS HM Raba'in Muaraenim dari type C plus menjadi B plus. Setidaknya dengan kenaikan tersebut, akan bisa memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan luas lagi kepada masyarakat Kabupaten Muaraenim dan skeitarnya untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Muaraenim yang Sehat, Mandiri, Agamis dan Sejahtera (SMAS). Dan dengan keberhasilan ini diharapkan akan bisa memotivasi seluruh pegawai dalam meningkatkan kinerjanya dalam bertugas yang lebih profesional lagi.(ari)
CAPTION FOTO :
KARS : Dirut RS MH Raba'in Muaraenim dr Suwandi (kiri), Ketua Eksekutif Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Dr dr Sutoto M.kes (memegang bingkai), Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin MSi (kanan kacamata), berfoto bersama usai menerima Sertifikasi Akreditasi Paripurna dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Senin (20/3).
Berkelahi, Heriwan Terjatuh ke Sungai Enim
MUARAENIM, SRIPO---Heriwan (36) warga Desa Sukaraja, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, hanyut di Sungai Enim, diduga setelah berkelahi dengan sepupunya Mahartoni (48) di pangkalan pemandian Sungai Enim, di Desa Sukaraja, Minggu (19/3) sekitar pukul 06.00.
Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan Senin (20/3/2017), kejadian perkelahian tersebut terjadi ketika korban dan pelaku yang masih sepupuan tersebut, memang dalam tiga tahun terakhir tidak akur dan sering bertengkar namun masih bisa diredam. Namun pada hari kejadian, secara tidak sengaja, korban dan pelaku bertemu di tempat pemandian umum desa. Dimana, korban kebetulan membawa sajam jenis pisau. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba antara korban dan pelaku terjadi cekcok mulut yang puncaknya terjadi aksi baku hantam. Namun dalam perkelahian tersebut, pelaku diduga berhasil merebut sajam dan menusukkannya ke tubuh korban hingga berkali-kali. Akibat parahnya luka yang diderita, korban bersimbah darah dan terjatuh ke dalam Sungai Enim dan tenggelam dibawa derasnya arus Sungai Enim. Kemudian keluarga korban melaporkan kejadian tersebut, dan pelaku langsung diamankan bersama barang bukti sebilah pisau.
Kapolres Muaraenim AKBP Hendra Gunawan melalui Kapolsek Tanjung Agung AKP Iwan Gunawan didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad Agus, sampai saat ini, pihaknya belum secara pasti mengetahui kronologis kejadian tersebut, sebab pihaknya bersama Tim SAR gabungan, masih terus melakukan pencarian korban di Sungai Enim. Begitupun penyebab korban jatuh ke dalam Sungai Enim, bisa saja pada saat perkelahian terjadi dipinggir Sungai Enim sehingga diduga korban terjatuh kedalam Sungai Enim, namun bisa juga korban didorong atau dihanyutkan pelaku ke Sungai Enim untuk menghilangkan jejak.
"Kita belum bisa memberikan motif detilnya. Sebab korban belum ditemukan, sehingga kita tidak tahu penyebab utama kematiannya. Kalau mendengar pengakuan sepihak tersangka itu sangat riskan kebenarannya," ujar.
Masih dikatakan Kapolsek, dari informasi dilapangan, perkelahian tersebut terjadi karena tersangka dan korban sering bertengkar, selama ini antara korban dan pelaku tinggal satu rumah yang dibagi dua karena mereka merupakan sepupu.
Dan saat ini, pihaknya masih focus melakukan pencarian korban di Sungai Enim.(ari)
CAPTION FOTO :
Hanyut 1,2,3,4 : Tampak petugas Polres Muaraenim bersama Tim SAR gabungan, melakukan pencarian korban hanyut di Sungai Enim, Senin (20/3)
LPMP Sumsel Minta Diknas Data Kepsek
* 40 Kepsek SD Ikuti Pelatihan
MUARAENIM, SRIPO---Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumsel, meminta kepada Disdik Kabupaten Muaraenim, untuk melakukan pendataan jumlah Kepala Sekolah (Kepsek) yang real dan up-date.
"Kami ingin data tersebut hingga sampai dua tahun mendatang sehingga memudahkan memanajerial Kepsek," ujar Kepala LPMP Sumsel yang diwakili oleh M A Fainaludin SAq MM, pada kegiatan Diklat Peningkatan Kemampuan Kepala Sekolah Tahun 2017 se-Kabupaten Muaraenim, di Balai UPT Diklat Pegawai Kabupaten Muaraenim, Senin (20/3).
Menurut Fainaludin, saat ini, LPMP Sumsel merupakan salah satu LPMP di Indoensia yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai Lembaga Pelaksana Penyiapan Pengembangan Calon Kepala Sekolah (LPPCKS). Untuk itu, pihaknya sangat memerlukan database Kepsek yang real dan up-date hingga samapi dua tahun mendatang, sehingga benar-benar bisa diketahui berapa Kepsek yang akan pensiun dan sebagainya sehingga bisa diketahui berapa calon Kepala Sekolah yang harus disiapkan untuk menggantikannya melalui seleksi administrasi dan seleksi akademik.
Sementara itu Bupati Muaraenim yang diwakili Asisten III Pemkab Muaraenim Drs H Ibrahim Ilyas, bahwa sesuai amanat UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang menyatakan bahwa pemerintah Kabupaten/Kota sebagai penanggungjawab urusan wajib dibidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Pendidikan non Formal, oleh sebab itu mendukung pemerintah dalam mengimplementasikan peraturan dalam bentuk meningkatkan pengetahuan Sumber Daya Aparatur Sipil Negara khususnya Kepala Sekolah sebagai pengemban amanah. Selaku seorang pimpinan yang dapat melaksanakan tugas kependidikan secara profesional, seorang Kepsek harus mempunyai integritas serta dilandasi kepribadian dan etika sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan Diklat ini semoga dapat memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang tinggi terhadap pelayanan dibidang kependidikan.
"Setelah kegiatan ini, ilmunya bisa didapat diterapkan dilapangan," ujarnya Ibrahim.
Masih dikatakan Ibrahim, bahwa kegiatan ini, akan dilaksanakan selama enam hari atau 60 jam pelajaran, yang berkaitan dengan penerapan kebijakan selaku seorang pemimpin, bagaimana mengelola manajemen sekolah yang baik, bagaimana menerapkan pendidikan yang berbudayadalam membentuk karakter siswa dan bagaimana sistem penerapan Program Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan.(ari)
CAPTION FOTO :
Diklat 1,2,3 : 40 Kepsek SD se-Kabupaten Muaraenim mengikuti Diklat di gedung Diklat UPTD Kepegawaian Muaraenim, Senin (20/3).
Muaraenim Terima Dana PKH Rp 17 Miliar
* 166 PKH Muaraenim Ikuti Pelatihan
MUARAENIM, SRIPO---Pada tahun 2017, Kabupaten Muaraenim, akan menerima bantuan dana dari pemerintah untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 17 miliar rupiah. Hal tersebut dikatakan Wabup Muaraenim H Nurul Aman SH pada pembukaan Pelatihan Pengembangan Usaha Penerima PKH tahun 2017, di Musi Ballroom Hotel Griya Sintesa Muaraenim, Senin (20/3).
Menurut Nurul Aman didampingi Kadinsos Muaraenim Drs HM Teguh Jaya MM, bahwa pada tahun 2017 ini, Kabupaten Muaraenim menerima bantuan Program Keluarga Harapan dengan kuota 12.315 dengan total anggaran sekitar Rp 17 miliar rupiah. Dana tersebut akan diterima per triwulan yakni sebesar Rp 4,3 miliar rupiah, dengan dana sharing dari Pemkab Muaraenim sekitar 5-10 persen dari total bantuan tersebut.
Untuk itu, lanjut Nurul Aman, pihaknya berharap kepada penerima bantuan Program Keluarga Harapan ini untuk benar-benar dapat mengembangkan usaha yang telah ditekuni selama ini melalui kelompok usaha bersama agar kedepan dapat lebih berkembang dan mandiri sehingga dapat menambah penghasilan bagi keluarga penerima manfaat program keluarga guna meningkatkan taraf hidup sesuai harapan pemerintah khususnya Pemkab Muaraenim. Dan kepada pendamping dan operator program keluarga supaya meningkatkan peran dan pelayanan kepada masyarakat guna menuju Muaraenim SMAS (Sehat, Mandiri, Agamis, Sejahtera).
Ditambahkan M Teguh Jaya, bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan uang tunai kepada keluarga sangat miskin dengan berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan dan harus melaksanakan kewajiban yang telah ditentukan. Dalam kegiatan ini, diikuti oleh 166 PKH di Kabupaten Muaraenim.(ari)
CAPTION FOTO :
PKH : Ratusan PKH Kabupaten Muaraenim mengikuti pembukaan Pelatihan Pengembangan Usaha Penerima PKH tahun 2017, di Musi Ballroom Hotel Griya Sintesa Muaraenim, Senin (20/3).
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
0 Response to "Empat Berita 7 foto"
Post a Comment