Minim Sosialisasi, Dari 2 Ribu Poktan AUTP di OKU Selatan Hanya Tergabung 6 Kelompok
Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Alan Nopriansyah
MUARADUA, SRIPO--Warga masyarakat pemilik belasan hektare lahan sawah gagal panen akibat hama kuning yang merugi di Kecamatan Sindang Danau OKU Selatan tak bisa berbuat banyak dan masih enggan untuk kembali menanam padi.
Walaupun kementrian Pertanian (Kementan) memberikan solusi dengan memanfaatkan asuransi sebagai upaya menutupi ganti rugi untuk para petani padi, nyatanya mengingat minimnya sosialisasi pada kelompol tani berdampak terhadap masyarakat sebagai petani tidak mengetahui perihal jaminan AUTP.
Sripoku.com mengkonfirmasi pada anggota kelompok tani (Poktan) tanaman padi wilayah Kisam Ilir Suhardi, ia mengatakan sejauh ini pihaknya belum pernah mengetahui tentang sosilisasi terkait Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) sehingga pihakny belum memahami cara mendaftar di asuransi tersebut.
'Kita tidak tahu, bagaimana caranya dan asuransi apa itu, karena sejauh ini belum ada penyampaian ataupun sosialisasi dari pihak manapun terkait Asuaransi bagi petani padi,"tuturnya dikonfirmasi Sripoku.com, Rabu (14/10).
Hal itu dinilai wajar apabila jika melihat jumlah petani yang tergabung di AUTP bahkan sangat minim. minimnya pengguna AUTP pada para petani diakui oleh Kepala Dinas Pertanian OKU Selatan, Asep Sudarno disebabkan karena kelompok tani di OKU Selatan sebagian kecil yang menggunakan jasa asuransi karena tidak paham.
"Asuransi ini mungkin petaninya yang belum ngeh (paham) kita sudah sosialisasikan sejak setahun terakhir, tetapi di OKU Selatan tidak banyak hanya 6 kelompok tani (yang terdaftar AUTP) dari total 2 ribuan lebih yang kelompok tani,"ujar Asep di bincangi awak Media, Rabu (13/10).
Dikatakan Asep, selain itu kesadaran para petani yang mendaftar asuransi usaha tanaman padi (AUTP) sangat minim, meskipun bagi petani yang terdampak gagal panen memiliki jaminan ganti rugi Rp 6 juta rupiah perhektare sawah.
"Akan tetapi kesadaran mereka (petani) auransi belum ada, "ujar Asep.(cr28).
SRIWIJAYA POST: ALAN NOPRIANSAH
Wawancara : Kepala Dinas Pertanian Asep Sudarno di wawancara awak media, Rabu (14/10/2020).



0 Response to "Berita OKU Selatan"
Post a Comment