Buy and Sell text links


Teks foto : Dari kanan ke kiri Hadi Prayogo, Mularis Djahri, Ririen Kusumawardani, dan Darma dalam pertemuan di Kopitam. Kedua pihak sepakat sosialisasi Mularis maju Pilwako menggunakan konsep Cross Media Sripo-Tribun.


Mularis Siap Gunakan Cross Media Sripo-Tribun (sub)

Lebih Yakin Maju Pilwako Palembang


PALEMBANG, SRIPO--Pengusaha beken Mularis Djahri siap maju dalam Pilwako Palembang, tahun depan. Upaya dia duduk di kursi orang nomor satu Palembang ini merupakan yang kedua kali, setelah lima tahun lalu. Namun yang beda, kali ini Mularis lebih yakin karena persiapannya matang.

Bahkan dia juga siap menggunakan konsep Cross Media yang diusung Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post untuk sosialisasi serta menyampaikan visinya sehingga masyarakat Palembang mantab untuk memilihnya dalam Pilwako mendatang. "Saya berniat maju lagi karena menurut saya Palembang bisa lebih baik dari sekarang," kata Mularis yang dikenal sebagai pengusaha kebun sawit saat bertemu Kepala Newsroom Sripo-Tribun Hadi Prayogo dan Pemimpin Perusahaan Ririen Kusumawardani, di Kopitiam, semalam. Mularis didampingi ketua tim media, Darma.

Bahkan Ketua Hanura Sumsel ini sudah merancang, hanya minta dukungan tiga partai politik. "Cukup tiga parpol yang memenuhi untuk maju saja, selebihnya saya lebih banyak blusukan ke masyarakat. Karena setiap hari berada di tengah masyarakat saya sudah membuat tujuh poin yang harus dibenahi jika seandainya masyarakat percaya kepada saya dan Allah meridhoi," jelas Mularis.

Sedangkan untuk calon wakil walikota, Mularis sudah menggadang-gadang Lury Elza Alex Noerdin untuk menjadi pasangannya."Saya selama ini tidak ke figur lain, tapi langsung ke putri Pak Alex Noerdin (Gubernur Sumsel,Red). Sejauh ini Pak Alex sudah memberi lampu hijau dan restu. Dan kami juga sering sosialisasi bersama," ujarnya terus terang.

Tentang persaingan dengan calon walikota lain, Mularis punya prinsip tidak akan menjelekkan calon lain. "Saya sudah bilang ke timses dan tim media, saya tidak mau sosialisasi atau kampanye dengan menjelekkan calon lain. Tidak ada gunanya lebih baik tunjukkan niat dan prestasi kita," katanya.

Selain itu, lanjut Mularis, pihaknya akan mematuhi segala aturan yang ditetapkan pemerintah dalam hal ini KPU dan Bawaslu atau lembaga lainnya. "Ingat nggak waktu Pilkada lima tahun lalu. Saat hasil pemilihan dinyatakan kalah, saya langsung mengakui dan tidak melakukan gugatan. Mungkin jarang calon yang kalah langsung menerima seperti saya, ini saya lakukan karena saya menghormati keputusan lembaga resmi," tegasnya.

Ditanya tentang misi dan visinya, Mularis dengan gamblang mengatakan kalau ingin hidup senang dan tenang sebenarnya sudah didapat. Tenang karena, perusahaan perkebunan PT Campang Tiga sudah diurus anak-anaknya, sehingga dia bisa melakukan aktivitas lain. "Karena itu saya ingin memimpin kota Palembang ini agar lebih baik, dan saya lebih bermanfaat untuk orang banyak. Hutan saja bisa saya jadikan kota, apalagi kota,"papar Mularis menceritakan PT Campang Tiga yang mengelola hutan di kawasan Komering.

Untuk itu Mularis, pelan tapi pasti akan mengurai tujuh visi untuk memperbaiki Palembang. "Saya harap konsep Cross Media bisa menaikkan elektabilitas saya," katanya sambil menambahkan dia hanya memerlukan elektabilitas untuk menjadi Walikota Palembang sehingga tidak perlu namanya dikenal secara nasional.

Dalam kesempatan itu Hadi Prayogo menjelaskan dengan menggunakan konsep Cross Media, sosialisasi dan kampanye Mularis tidak hanya di share melalui koran (print) tapi juga online dan media sosial. "Multiformat Multiplatform, konten sosialisasi bisa dirubah dalam berbagai format dan dishare ke berbagai platform," jelas Hadi yang juga Ketua Kompas Gramedia Sumsel.

Bahkan kalau diperlukan, konten sosialisasi juga bisa di share ke radio yang satu grup dengan Kompas Gramedia yakni Sonora dan Smart FM serta televisi (KompasTV). "Sejumlah tokoh pernah menggunakan konsep Cross Media. Bahkan sejumlah Pemkab dan Pemkot juga menggunakan Cross Media untuk mengekspose pembangunan di daerah masing-masing," jelasnya.

Pertemuan selama satu jam sambil minum kopi tersebut diakhiri foto bersama, dan kedua pihak berjanji bertemu lagi untuk membahas lebih detil hal ini. (cr29)











Dikirim dari iPad saya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " "