Sekolah Masih Takut Terapkan Pungutan Biaya
INDERALAYA--Gema sekolah gratis yang diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) sejak sembilan tahun yang lalu, saat ini mulai meredup, terutama di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Khususnya sekolah-sekolah SMK dan SMA yang ada di Kabupaten Ogan Ilir (OI) Provinsi Sumsel sudah mulai memungut biaya kepada siswa-siswinya. Menurut Kepala SMK Negeri 1 Inderalaya Drs Raihul Amar mengaku, sejak tahun 2017 ini, SMK Negeri 1 Inderalaya Utara tanggung jawabnya sudah beralih ke pihak Pemprov Sumsel dengan kata lain tidak lagi balik ke Dinas Pendidikan (Disdik) Pemda Kabupaten OI.
Kemudian lanjutnya, untuk pendidikan sekolah bagi 558 siswa-siswi SMK Negeri 1 Inderalaya Utara, pihaknya belum bisa menerapkan pungutan biaya kepada seluruh siswa yang mengenyam pendidikan di SMK Negeri 1 Inderalaya Utara. "Karena itu bertentangan dengan peraturan menteri. Katanya, ya mulai dipungut biaya. Tapi, kita belum berani menerapkan itu (pungutan biaya) kepada siswa. Takutnya, nanti kita yang terjebak," ujar Kepala SMK Negeri 1 Inderalaya Utara, Drs Raihul Amar, Rabu (13/9) saat dibincangi di ruang kerjanya. Dikatakannya, awalnya SMK Negeri 1 Inderalaya Utara pernah melakukan pungutan biaya dengan biaya sebesar Rp 100 ribu perbulan untuk setiap siswa.
Pungutan itu tidaklah benar bila dibebankan kepada 558 siswa-siswi atau tidak benar bila dipukul rata. Karena, pihak sekolah masih mempertimbangkan permasalahan khususnya bagi siswa yang kurang mampu dari sisi ekonomi keluarga. Akan tetapi, akhirnya kondisi yang sangat riskan karena adanya sejumlah pihak yang sempat mendatangi sekolah. "Karena, beberapa waktu lalu, ada sejumlah pihak yang mengaku dari Tipikor mendatangi sekolah untuk mempertanyakan hal ini. Padahal, itu sama sekali tidaklah benar bila sekolah ini mulai dipungut biaya kepada seluruh siswa. Perlu saya jelaskan, kalau pun dipungut biaya, paling-paling untuk membayar gaji honor petugas kebersihan sekolah. Karena, sejak tahun 2007 berdirinya, sekolah ini sampai sekarang, gaji pegawai honor tidak pernah naik," katanya.
Ia menambahkan lagi, saat ini pihak SMK Negeri 1 Inderalaya Utara masih membicarakan bagaimana mengembalikkan seperti dulu lagi. Dimana, sekolah itu mulai dipungut biaya. "Karena kan selama ini, pendidikan sekolah gratis. Nah, untuk mengembalikan bagaimana sekolah itu tidak lagi gratis, rasanya agak sulit. Kita pertimbangkan saat ini, sudah ada sekolah-sekolah yang mulai dikenai biaya pendidikan kepada muridnya," terang Raihul Amar.(cr7)
Terkirim dari Samsung Mobile.
0 Response to "Sekolah Masih Takut Terapkan Pungutan Biaya"
Post a Comment