Buy and Sell text links

Empat berita lima foto

Pelajar Tewas Ditusuk Teman Sekelas
* Tersinggung Ditantang Berkelahi
MUARAENIM, SRIPO---Seorang pelajar SMPN 2 Tanjung Agung AP (14) warga Desa Sukaraja, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, nekat menusuk teman sekelasnya) (15) warga Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, hingga tewas di Jalan Lintas Sumatera Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Senin (16/1) sekitar pukul 12.00.
Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, Selasa (17/1), bahwa aksi tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut terjadi ketika korban dan pelaku yang merupakan teman sekelas pada saat jam sekolah, bermain-main. Kemudian korban tiba-tiba memukul kaki pelaku dengan sapu lidi, merasa tidak senang pelaku menegur korban tetapi korban langsung mengajak pelaku berkelahi, tetapi tidak layani. Kemudian sekitar pukul 12.00, keduanya secara tidak sengaja bertemu kambali diluar sekolah dan terlibat aksi adu mulut. Kemudian tanpa basa basi, pelaku mengambil pisaunya yang diselipkan dipinggang sebelah kiri dan langsung menusukkan pisau ke dada sebelah kanan korban yang disaksikan oleh beberapa teman korban. Melihat korban terjatuh berlumuran darah, pelaku langsung melarikan diri, sedangkan korban langsung dibawa oleh warga dan teman-temannya ke Puskesmas Tanjung Agung. Namun sayangnya ketika didalam perjalanan, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.
Menurut pelaku AP, bahwa sebelumnya, dirinya memang sudah membawa pisau dari rumah yang diselipkan dipinggang untuk jaga diri. Sebab, korban dan beberapa teman-temannya yang berasal dari Desa Muara Meo, sering memukulinya sehingga membuatnya dendam.
Sedangkan menurut Kadisdik Muaraenim melalui Kabid Dikmen Rizal Afian, bahwa pihaknya sudah melakukan cross chek baik ke pihak sekolahan maupun orangtua pelaku. Dari informasi yang ada, penyebabnya karena korban sempat menepuk kakinya sehingga membuat pelaku marah dan akhirnya terjadilah peristiwa penusukan tersebut.
Saat ini, kata Rizal, pelaku sudah ditahan dan akan diproses secara hukum. Mengenai statusnya yang masih pelajar SMP kelas III, maka pihaknya akan tetap memberikan kesempatannya kepada pelaku untuk bisa ikut UN meskipun nanti didalam tahanan sehingga bisa tamat SMP.
"Kejadian tersebut diluar jam sekolah dan diluar lingkungan sekolah. Namun kami berharap dukungan dari semua pihak terutama orangtua untuk memberikan bimbingan kepada anaknya, bukan hanya mengandalkan guru semata," ujar Rizal.
Kapolres Muaraenim AKBP Hendra Gunawan melalui Kapolsek Tanjung Agung AKP Iwan Gunawan didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad Agus, membenarkan adanya kejadian tersebut yang menyebab satu orang pelajar SMP tewas. Saat ini, pihaknya telah mengamankan pelaku yang juga masih pelajar SMP, berikut barang bukti guna pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan korban sudah dilakukan visum dan disemayamkan di pemakaman desa setempat.(ari)
CAPTION FOTO : Tolong Nama Inisial dan Foto Mata di blur Krn Msh Dibawah Umur.
Tsk Pelajar : Aprianto (AP) Pelajar SMP
Korban Pelajar : Robet (RB) Pelajar SMP

Warga Kecewa Tidak Kebagian Uang Baru
* Warga Dibatasi Rp 200 Ribu Perorang
MUARAENIM, SRIPO---Warga Kota Muaraenim kecewa dengan pelayanan mobil kas keliling milik Bank Indonesia (BI). Sebab banyak masyarakat yang ingin menukarkan uang kertas pecahan baru namun tidak kebagian di Pasar Muaraenim, Selasa (17/1)
Dari pengamatan dan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, bahwa mobil kas keliling milik BI sudah melayani penukaran uang sejak pukul 09.00, namun sekitar pukul 11.00, sudah ludes. Karena tingginya antusias masyarakat yang ingin menukarkan uang kertas pecahan baru tersebut, terpaksa harus rela mengantri. Namun meski sudah dibatasi perorang hanya boleh maksimal menukarkan Rp 200 ribu, tetapi masyarakat masih banyak yang tidak kebagian.
Menurut Ica (35) warga Dusun Muaraenim, bahwa ia sangat kecewa dengan pelayanan mobil kas keliling milik BI, sebab sudah lama mengantri namun ternyata uangnya habis sehingga ia tidak kebagian uang baru satu lembarpun. Selain itu juga, pemerintah (BI) kurang transfaran dan sosialisasi, jika memang akan ada kegiatan penukaran uang baru seperti ini, seharusnya dilakukan sosialisasi dahulu baik melalui pemerintah daerah, media atau pihak terkait, sehingga tidak terkesan mendadak. Kemudian uang yang disediakan untuk penukaran, harusnya disiapkan lebih banyak.
"Waktunya cuma dua hari, itu bae cuma beberapa jam. Akuni lah janji samo anak aku nak ngasih duit baru, lah antri tapi masih dak dapat," ujarnya kesal.
Lain halnya menurut Karnada (30) warga Muaraenim, bahwa pihaknya sangat berterimakasih dengan adanya kegiatan penukaran uang pecahan baru ini. Sebab selama ini hanya melihat saja di TV atau koran bentuknya, namun baru kali ini melihat dan memegang langsung pecahan uang baru tersebut.
"Saya minta kegiatan ini, ditambah waktunya dan jumlahnya ditambah supaya masyarakat lebih banyak yang tahu," ujarnya.
Sementara itu menurut Mardiansyah, kasir mobil kas keliling BI mengatakan, bahwa mereka sudah melayani penukaran uang dari kemarin (Senin)dan hari ini (Selasa). Pihaknya, menyiapkan uang cetakan 2016 sebanyak Rp 200 juta. Ini diperuntukan bagi bank-bank yang ada di Muaraenim sebesar Rp 100 juta, sedangkan sisanya kami berikan kepada masyarakat yang akan menukarkan langsung. Untuk warga yang menukar, terpaksa dibatasi sebesar Rp 200 ribu perorang supaya yang kebagian lebih banyak lagi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menarik peredaran uang yang lusuh dan rusak, sebab uang pecahan baru menurut PERURI lebih sulit untuk dipalsukan dan sudah sesuai standar internasional.
Pihaknya juga melayani penukaran bukan hanya di Kota Muaraenim, juga di Kota Tanjungenim dan Kabupaten Lahat. Penukaran uang ini akan terus dilakukan guna memperkenalkan pecahan baru uang negara kepada masyarakat.(ari)
CAPTION FOTO :
Antri : Tampak warga kota Muaraenim terpaksa antri melakukan penukaran uang baru di mobil kas keliling BI, namun sayang banyak yang kecewa karena tidak kebagian di kota Muaraenim, Selasa (17/1).

Lahat Minta Muaraenim Alirkan Air Bersih
* Maret PDAM Lematang Enim Pasok Air Bersih
MUARAENIM, SRIPO---Akibat sulitnya warga Kelurahan Lebuay Bandung dan Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, didalam mendapatkan air bersih, Pemkab Lahat akan melakukan kerjasama dengan Pemkab Muaraenim untuk memasok air bersih dari PDAM Lematang Enim, Selasa (17/1).
Dalam pertemuan tersebut, dari Pemkab Muaraenim dihadiri oleh Staf ahli Ekonomi dan Keuangan Jhoni Herwanto, Dirut PDAM Lematang Enim Puryadi, Dewan Pengawas PDAM Lematang Enim, dan pejabat Pemkab Muaraenim dan PDAM Lematang Enim. Sedangkan dari Pemkab Lahat dihadiri oleh
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabuipaten Lahat Ludik Sitompul, Camat Merapi Timur dan pejabat Pemkab Lahat.
Menurut Ludik Sitompul, bahwa saat ini, warga Kelurahan Lebuay Bandung dan Desa Muara Lawai, sudah lama kesulitan air bersih. Pihaknya sudah berupaya memenuhinya namun belum optimal sebab selain akan memerlukan biaya yang cukup besar juga akan memakan waktu yang cukup lama, sedangkan masyarakat ingin cepat menikmatinya dan tidak bisa ditunda-tunda sebab air adalah kebutuhan primer.
Sementara itu, lanjut Ludik, Kabupaten Muaraenim sudah mempunyai PDAM Lematang Enim yang kapasitasnya cukup besar dan sudah teruji didalam melayani air bersih untuk masyarakat Kota Muaraenim dan sekitarnya. Karena letak Kelurahan Lebuay Bandung dan Desa Muara Lawai diperbatasan Lahat-Muaraenim, tentu lebih efektif dan efisien jika meminta pasokan dari PDAM Lematang Enim. Nanti tinggal tekhnis dilapangan, seperti Pemkab Lahat menyiapkan segala sesuatu sarana dan prasarana, dan Pemkab Muaraenim tinggal mendistribusikan air bersihnya.
"Kami minta untuk bisa secepatnya direalisasikan dengan melakukan penandantangan MoU," ujar Ludik.
Sementara itu menurut Jhoni Hermanto, pada prinsipnya Pemkab Muaraenim, sangat siap membantu dalam memasok air bersih ke Kelurahan Lebuay Bandung dan Desa Muara Lawai, apalagi warga tersebut sebagian besar berasal dari Kabupaten Muaraenim. Namun sebelum itu, tentu harus dipersiapkan secara menyeluruh muali dari dasar hukumnya sampai ke tekhnis dilapangan. Untuk jaringan pendistribusian seperti pipa, mesin pendistribusian dan lain-lain itu harus dibangun oleh Pemkab Lahat sebab akan menjadi aset Pemkab Lahat, nanti setelah jaringan selesai, barulah Pemkab Muaraenim dalam hal ini PDAM Lematang Enim yang akan melakukan pendistribusian, pemasangan sambungan ke pelanggan dan menentukan tarif PDAM.
"Saya minta kepada PDAM Lematang Enim, untuk segera menindaklanjutinya. Paling lambat bulan Maret, air sudah mengalir," ujar Jhoni.(ari)
CAPTION FOTO :
Rapat PDAM : Tampak dari kiri ke kanan (
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabuipaten Lahat Ludik Sitompul, Staf ahli Ekonomi dan Keuangan Jhoni Herwanto, Dirut PDAM Lematang Enim Puryadi, membahas kerjasama pendistribusian air bersih oleh PDAM Lematang Enim ke Kabupaten Lahat, di Kantor PDAM Lematang Enim, Selasa (17/1).

Tim KARS Lakukan Akreditasi RSUD Muaraenim
MUARAENIM, SRIPO---Tim Surveyor Akreditasi Versi 2012 dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), melakukan akreditasi RSUD Dr HM Rabaian Muaraenim dari type C untuk neaik menjadi type B. Kegiatan akreditasi dilaksanakan selama tiga hari yakni dari tanggal 17-19 Januari 2017, Selasa (17/1).
Kedatangan tim Surveyor Akreditasi Versi 2012 dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Indonesia dipimpin oleh Dr Henry Boyke Sitompul SpB FICS, Dr Tri Wahyu Kusumawati MARS dan Rasdiana Zega SKp MKep, yang diterima langsung oleh Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sa'i Sohar, Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin MSi dan Dirut RSUD Dr HM Rabain Muaraenim Dr H Suwandi Syafitra da ratusan karyawan RSUD Dr HM Rabaian Muaraenim.
Menurut Bupati Muaraenim Muzakir, pihaknya sangat mendukung kegiatan ini, karena sesuai dengan UU No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit bahwa seluruh rumah sakit harus terakreditasi, supaya rumah sakait berkerja dengan standar yang sudah ditentukan perundang-undangan. Untuk itu, ia berharap tim KARS untuk benar-benar berkerja sesuai tupoksi dan kepada pihak rumah sakit untuk termotivasi bekerja dengan baik.
"Saya ucapkan selamat datang, dan silahkan bekerja sebagaimana mestin," ujar Muzakir.
Sementara itu Dirut RSUD Dr HM Rabaian Muaraenim Dr Suwandi, bahwa kedatangan tim KARS ke RSUD dr HM Rabain Muaraenim, adalah sebagai tim penilai akreditasi rumah sakit di Indonesia. Sesuai Permenkes Nomor 56 tahun 2013, ada empat type Rumah Sakit yaknit type A, B, C, dan D.
Sedangkan untuk akreditasi ada lima tingkatan, kata Suwandi yakni bintang satu, bintang dua, bintang tiga, bintang empat dan bintang lima (Paripurna). Di setiap tingkatan tentu ada syarat dan standarnya, jika sebuah rumah sakit kinerja tidak sesuai kelasnya masing-masing maka bisa saja turun kelas (bintang). Untuk menjadi RS Type B, tentu standarnya akan meningkat mulai dari luas bangunan, jumlah tenaga medis, peralatannya, pelayanan, tempat tidur, kecakapan tenaga medisnya menggunakan alat racun api, dan sebagainya.(ari)
CAPTION FOTO :
Tim KARS : Tim KARS Indonesia berfoto bersama dengan Bupati Muaraenim Muzakir dan Dirut RSUD Dr HM Rabaian Muaraenim Dr Suwandi, dalam kegiatan

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Empat berita lima foto"