Buy and Sell text links

Enam Kabupaten/Kota Tunda Imunisasi MR

Enam Kabupaten/Kota Tunda Imunisasi MR
* Target Imunisasi MR Terancam Tidak Tercapai
SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Meski surat dari Fatwa MUI menyatakan imunisasi vaksin Measles and Rubella (MR), adalah Mubah Syar'i, namun sebagian masyarakat masih enggan dan takut melakukan imunisasi. Bahkan enam Kabupaten/Kota terpaksa menunda pelaksanaan program imunisasi MR tersebut.
"Saat ini, sedikitnya ada enam Kabupaten/Kota di Sumsel yang menunda pelaksanaan imunisasi MR. Mudah-mudahan setelah ada Fatwa MUI, masyarakat yakin untuk imunisasi MR tersebut," ujar Kabid P2P Dinkes Sumsel
Ferry Yanuar SKM Mkes dalam rapat Kabid P2P Dinkes Sumsel, dalam rapat diruang Bupati Muaraenim, Rabu (29/8/2018).
Menurut Ferry, dari data yang ada, untuk di Indonesia, sejak adanya isu dan berita imunisasi MR mengandung unsur Babi, memang ada beberapa daerah yang menyatakan untuk menunda program tersebut, sampai ada keputusan yang pasti dari pemerintah dan MUI. Untuk di Sumsel sendiri, ada lima daerah yang meminta untuk ditunda seperti Muaraenim, Bayuasin, Pagarlam, OKUS dan Lahat. Untuk itu, kita terus berupaya untuk menyakinkan ke masyarakat bahwa imunisasi MR sangat penting bagi anak-anak, dan hukumnya Mubah Syari.
"Kita mau cari vaksin MT yang tidak mengandung babi. Namun saat ini, didunia belum ada, dan kita berharap kedepan sudah ada. Jadi tidak ada alternatif lain," tukasnya.
Hal senada dikatakan oleh Jana dari perwakilan Unicef didampingi
Riana JS SKM MEpid Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Muaraenim, untuk target partisipasi nasional program imunisasi MR ini adalah diatas 95 persen termasuk di Sumsel, namun di Sumsel baru mencapai 36,2 persen. Padahal program ini, berakhir pada bulan Sepetermber 2018 ini.
"Kita optimis tercapai, sebenarnya bukan menolak tetapi menunda. Mudah-mudah dengan keluarnya fatwa MUI dan edaran dari kepada daerah masing-masing, program tersebut bisa tercapai.
Ditambahkan Riana, untuk pelaksanaan program imunisasi MR tersebut dari bulan Agustus - September 2018. Dan diakui memang ada beberapa sekolah yang minta tunda pelaksanan imunisasi MR tersebut di sekolahnya. Dan pihaknya menargetkan untuk di Kabupaten Muaraenim sebanyak 169 ribu anak yang di imunisasi MR, dan sekarang sudah mencapay 29 persen.
"Sebagian sekolah masih ada yang menunda, terutama yang dibawah Kemenag, alasan mereka menunggu surat edaran Fatwa MUI dan pemerintah," ujarnya.
Kemudian Kepala Seksi Madrasah Kemenag Kabupaten Muaraenim Solihan, bahwa awalnya pihaknya tidak bisa memutuskan sebab pihaknya tidak ada dasar menyuruh atau menolak karena kita tidak ada dasarnya. Lalu diserahkan dengan sekolah masing-masing, dengan persetujuan orangtua masing-masing. Lalu akhirnya sekolah melakukan penundaan bukan menolak sambil menunggu kejelasan dari pemerintah, Kanwil dan Fatwa MUI. Setelah ada keluar surat Fatwa MUI, pihaknya langsung menghubungi pihak sekolah untuk menerima petugas yang akan melakukan imunisasi dengan syarat harus ada persetujuan dari orangtua, dan bagi yang menolak jangan dipaksakan.
"Jika ada kaitannya dengan masalah keagamaan, tolong kemenang dilibatkan sehingga bisa menentukan sikap," ujarnya.
Sementara itu Bupati Muaraenim melalui
Asisten Bidang Administrasi dan Umum Pemerintah Kabupaten Muaraenim Drs Ibrahim Ilyas, dengan adanya fatwa MUI yang menyatakan imunisasi MR termasuk Darurat Syariah (mubah), maka Pemkab Muaraenim mendukung penuh pelaksanaan program tersebut dan perlu di sosialisasikan di masyarakat. Sebab mengingat bahaya sekali jika sudah terkena virus MR, bahkan bisa membawa kematian.
"Mudah-mudahan kedepan ditemukan vaksin MR yang lebih baik lagi," ujar Ibrahim.(ari)
CAPTION FOTO :
Rapat MR : Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Pemerintah Kabupaten Muaraenim Drs Ibrahim Ilyas, memimpin rapat penjelasan masalah imunisasi MR dari Dinkes Sumsel di ruang rapat Bupati Muaraenim, Rabu (28/8).
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Enam Kabupaten/Kota Tunda Imunisasi MR"